Bangun Infrastruktur di Destinasi Wisata, Kementerian PUPR Mengacu Pada Rencana Induk

Jakarta – Sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas Kabinet Kerja dibawah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan devisa dan investasi. Untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan asing hingga 2019, Pemerintah telah menetapkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau “10 Bali baru”.

Sepuluh KSPN tersebut yakni Mandalika di Prov. NTB, Pulau Morotai di Prov. Maluku Utara, Tanjung Kelayang di Prov. Bangka Belitung, Danau Toba di Prov. Sumatera Utara, Wakatobi di Prov. Sulawes i Tenggara, Borobudur di Prov. Jawa Tengah, Kepulauan Seribu di Prov. DKI Jakarta, Tanjung Lesung di Prov. Banten, Bromo Tengger Semeru di Prov. Jawa Timur dan Labuan Bajo di Prov. NTT. Dari sepuluh KSPN ditetapkan tiga sebagai prioritas yakni Borobudur, Danau Toba, dan Mandalika.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Dicontohkan dukungan infrastruktur bagi pengembangan salah satu KSPN yakni Danau Toba. Tantangannya adalah akses jalan menuju lokasi wisata. Saat ini waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba sekitar lima jam perjalanan untuk menempuh jalan sepanjang 170 km yang akan komplementer dengan Bandara Silangit.

Oleh karena itu Kementerian PUPR berupaya memangkas waktu tempuh hingga setengahnya melalui pembangunan jalan tol dengan melibatkan investasi swasta. Pada tahun 2018 ditargetkan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 km akan rampung. Dilanjutkan dengan konstruksi Tol Tebing TInggi-Pematang Siantar sepanjang 35 km dan Pematang Siantar hingga Parapat sepanjang sepanjang 27 km.

Selain itu untuk ruas jalan arteri dilakukan peningkatan jalan lingkar Toba baik pada lingkar dalam (inner ring road) sepanjang 125 km dan lingkar luar Toba (outer ring road) sepanjang 360 km.

Sektor sumber daya air, Kementerian PUPR akan melebarkan Kanal Tano Ponggol dengan anggaran sebesar Rp 111,7 miliar melalui kontrak tahun jamak tahun 2017-2018 dan membangun Jembatan Tano Ponggol Samosir. Selain itu akan dibangun kolam tampungan Aek Natonang seluas 29,2 Ha yang akan menyimpan air hujan untuk kebutuhan irigasi dengan biaya Rp 9,2 miliar. Hal ini untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan air bersih seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Untuk mengurangi risiko banjir, dibangun Bendung di Tapanuli Utara untuk mengurangi banjir. Bendung dengan tinggi 32 meter dibiayai dengan dana APBN senilai Rp 42,99 miliar. Kemudian dilakukan perbaikan tanggul sungai Aek Sigeaon di Kabupaten Tapanuli Utara sepanjang 1 km dengan biaya Rp 25 miliar.

Infrastruktur permukiman juga mendapat sentuhan pembangunan dengan anggaran sebesar Rp 166,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Area Atraksi Danau Toba, Penanganan Sanitasi, Instalasi Pengolahan Air, dan pengembangan kawasan Ajibata.

Pengelolaan sampah dan limbah juga menjadi tantangan untuk menjadikan kualitas air Danau Toba lebih bersih dibandingkan saat ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian PUPR akan membangun instalasi pengolahan limbah di 31 kelurahan di sekitar Danau Toba secara bertahap hingga tahun 2021.

Teleconference Menteri Basuki dan Mahasiswa di Leeds, Inggris

Sebelumnya Menteri Basuki juga menyampaikan komitmen Kementerian PUPR memberikan dukungan infrastruktur bagi lokasi-lokasi pariwisata saat menjadi pembicara pada Seminar 6th Strategic Contributions to Indonesia 2018 dengan tema Pengembangan Pariwisata Indonesia yang diselenggarakan oleh PPI Leeds, Inggris melalui video teleconference di Situation Room, Kementerian PUPR, Jakarta.

Narasumber lainnya dalam seminar tersebut yakni Sekretaris Duta Besar Indonesia di Kroasia DR. Arie Fitria dengan moderator Nawawi, mahasiswa program Doktor Ilmu Politik University of Leeds.

“Diantara 10 destinasi Bali Baru itu, Pemerintah juga telah menambahkan dua daerah baru KSPN yakni Toraja di Sulawesi Selatan dan Mandeh di Sumatera Barat yang terkenal dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya. Untuk di Toraja sekarang konsep pariwisatanya menjual minum kopi di atas awan, karena Toraja terkenal dengan sebutan Negeri di atas awan,” kata Menteri Basuki.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga memberikan semangat dan pesan kepada para pelajar untuk memanfaatkan masa belajar dengan baik, sehingga nantinya ilmunya bermanfaat bagi pembangunan Indonesia. “Kami dulu seperti anda semua, saya juga beasiswa dan aktif dalam Permias pada sekitar tahun 1987. Pesan saya, anak muda sekarang mungkin hanya 25 persen dari penduduk indonesia, tapi 100 persen masa depan Indonesia,” tuturnya.

Untuk mengobati kekangenan para mahasiswa akan tanah air, tak lupa Menteri Basuki menawarkan Martabak Telor dan Pisang Goreng kepada para pelajar di Inggris. “Disini punya martabak telor spesial 5 telor bebek dan pisang goreng bisa tidak dikirim ke situ. Pasti kangen makanan Indonesia kan,” kata Menteri Basuki yang membuat semua peserta teleconference tertawa.

Turut hadir dalam acara teleconference tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti, Kepala Badan Litbang Danis H. Sumadilaga, Kepala Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Rezeki Peranginangin, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis BPIW Hadi Sucahyono, Kepala Pusdatin Ignatius Wing Kusbimanto dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR