Berburu ’’Harta Karun’’ dengan Gerobak Makanan Keliling

Gerobak Makanan Keliling
Ilustrasi (Foto: IST)

Release Insider | GEROBAK makanan keliling adalah hal yang biasa kita temukan. Mulai di rumah, sekolah, kantor, hingga pasar.

Isi gerobak makanan keliling pun cukup beragam. Ada yang menjual bakso, mi ayam, ketoprak, nasi goreng, dan lain sebagainya.

Meski termasuk usaha kecil, para pedagang makanan keliling dengan moda gerobak, tak perlu patah arang. Sebab, selama masyarakat masih butuh makanan dan jajanan, usaha jenis ini sangat provitable.

Ya, gerobak makanan keliling menyimpan ’’harta karun’’ yang luar biasa. Sistem ’’jemput bola’’ yang dilakukan pedagangnya, merupakan keuntungan tersendiri.

Kendati demikian, bukan berarti berjualan makanan dengan gerobak dilakukan secara asal-asalan. Usaha ini tetap harus mempertimbangkan dua aspek penting. Yakni, aspek produksi yang aman, dan managerial untuk pengembangan usaha.

Seorang pedagang gerobak keliling harus memahami kedua aspek tersebut guna meningkatkan kapasitasnya sebagai pengusaha kecil mandiri. Sebab, aspek produksi dan managerial sangat berpengaruh kepada omset yang akan mereka capai.

Adalah PT Miwon Indonesia, salah satu perusahaan di bidang makanan, yang memiliki kepedulian terhadap para pedagang gerobak keliling. Bersama Dompet Dhuafa, PT Miwon Indonesia menggelar program Pedagang Tangguh sejak 2011.

Tahun ini, program bertajuk ’’Pedagang Tangguh Miwon 5’’ ini menyasar 50 mitra pedagang bakso keliling di bilangan Jakarta Selatan. Mulai dari Kebagusan, Kebayoran Lama, Jagakarsa, Kalibata, Duren Tiga, Pejaten, dan Mampang. Program Pedagang Tanggung Miwon 5 ini diluncurkan sekaligus dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun PT Miwon Indonesia ke-43.

Program tersebut digelar untuk memberikan pembekalan dua aspek tersebut sebagai kunci utama pada para pedagang agar bisa menjalankan usahanya. Selain memberikan pembekalan, program ini juga mengajak para pedagang bakso untuk tidak menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil.

’’Tujuannya tak lain agar sajian makanan yang dijual adalah makanan sehat dan layak dikonsumsi,’’ kata Vice President Director PT. Miwon Indonesia, Lee Dongwon, dalam keterangan tertulisnya.

Dalam program ini, Miwon juga memberikan bantuan berupa satu unit gerobak bakso dorong dan pembiayaan usaha. Tidak hanya itu, mitra-mitra program pedagang tangguh miwon ini, mendapatkan penguatan berupa capacity building dan pendampingan usaha.

Menurut Lee Dongwon, pada program sebelumnya, yakni Pedagang Tangguh Miwon 4, jumlah penerima manfaat bantuan gerobak dorong mencapai 250 mitra. Kesemua mitra tersebut tersebar di wilayah Pulo Gadung, Cakung, Cipinang, Jatiwaringin, Kamp. Bayur, Bidara Cina,Pasar Minggu, Lebak Bulus, Ragunan, Kalibata, Mampang, Kebagusan, Blok M, Kuningan, Mampang, Ragunan, Pejaten, Mampang, Cilandak, Kebayoran Lama, dan Bintaro.

”Dengan adanya Program Pedagang Tangguh Miwon 5 ini, total mitra pedagang bakso binaan PT Miwon Indonesia-Dompet Dhuafa menjadi 300 mitra. Mitra-mitra binaan ini tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Selatan,” ujar Lee Dongwon menjelaskan.

Nah, bagi Anda yang ingin menjadi mitra program ini, ada proses assessment dan verifikasi yang perlu diikuti.

Program Pedagang Tangguh Miwon, cukup bisa dirasakan manfaatnya bagi para peserta. Menurut Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ismail A. Said, para mitra mengaku adanya peningkatan omset setelah mengikuti program ini.

”Program Pedagang Tangguh Miwon menjadi salah satu program karakter mitra ekonomi yang mampu membentuk kemandirian para pedagang bakso,” ujar Ismail.

Ismail menambahkan, melalui program Pedagang Tangguh Miwon ini diharapkan dapat terciptanya komunitas pedagang bakso tangguh dan mandiri. Sebuah komunitas yang mampu menyediakan kebutuhan bakso sehat dan higienis, utamanya di wilayah Jakarta Timur dan Selatan sebagai basis program pedagang tangguh Miwon. (ncy)