Dorong Ekonomi Rakyat, BTN Siapkan 10 Rumah Kreatif

Rumah Kreatif
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) saat meresmikan Rumah Kreatif BUMN yang dibangun Bank BTN di Bitung, Selasa (27/12). (Foto: IST)

Release Insider | SEBANYAK 10 rumah kreatif disiapkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN). Program yang seluruhnya difasilitasi dengan layanan digital banking ini, bertujuan untuk mendorong ekonomi rakyat. Seperti apa?

Ya, BTN telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung program Kementerian BUMN dalam pendirian Rumah Kreatif BUMN (RKB). Karenanya, BTN telah menyiapkan 10 Rumah Kreatif di 10 wilayah.

’’Rumah Kreatif BUMN harus benar-benar menjadi media untuk masyarakat dalam menjalankan bisnis dengan mudah dan cepat. Kami siap menjadikan 10 Rumah Kreatif BUMN ini nantinya akan menjadi unggulan karena benar-benar dapat mendorong ekonomi masyarakat setempat dengan cepat,’’ ujar Direktur Utama BTN, Maryono usai mendampingi Menteri BUMN dalam acara peresmian Rumah Kreatif BUMN yang dibangun BTN di Bitung, Selasa (27/12).

Menurut Maryono RKB memang disiapkan untuk membantu masyarakat dalam menjalankan bisnisnya. Dalam hal ini, BTN melakukan pendampingan dan memberikan sentuhan layanan digital agar bisnis itu menjadi mudah dan cepat.

’’RKB BTN di Bitung akan menjadi rumah bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan tidak sekadar informasi, tapi juga konsultasi, pendidikan, dan bimbingan untuk bisa meningkatkan bisnisnya dan memasarkan produknya lewat e-commerce,” ujar Maryon menambahkan.

Baca juga: Mau Dapat Rumah Gratis? Buruan Serbu BTN!

Selain di Bitung, menurut Maryono, BTN juga mendirikan RKB yang di Medan, Sumatera Utara, Palembang, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bantul, DI Yogyakarta, Brebes, Jawa Tengah, Jember, Jawa Timur, Kotawaringin Kalimantan Tengah, Manokwari Selatan, Papua Barat, Palopo Sulawesi Selatan.

RKB akan menjadi sinergi BUMN dalam program pelatihan, pembinaan, pembiayaan UMKM. Dengan RKB maka, UMKM disiapkan tidak hanya dapat menjual produknya di Indonesia tapi juga ke pasar internasional lewat e-commerce yang digawangi oleh Blanja.com.

’’Kami harap dengan RKB, kualitas standarisasi produk, dan pemanfaatan digital dalam pengembangan usaha UMKM bisa meningkat,” kata Maryono.

Untuk mendukung pembinaan UMKM di RKB, materi kurikulum disiapkan dan ditempatkan di Pustaka Digital (PaDi) pada setiap RKB. Dengan demikian, pembinaan UMKM tidak hanya dilakukan secara langsung namun juga lewat PaDi.

UMKM menjadi sasaran utama Bank BTN seperti yang diamanatkan Pemerintah, sebab bisnis tersebut secara kolektif mewakili 99 persen dari jumlah total bisnis di Indonesia, 97 persen lapangan kerja, dan 57 persen PDB tahunan Indonesia (data OECD 2011). Dengan peranan UMKM yang strategis dalam ekonomi Indonesia maka diperlukan keterlibatannya dalam ekonomi digital.

Baca juga: Unsur Keamanan Uang Rupiah Baru Terbaik di Dunia

Studi yang dilakukan Deloitte, perusahan konsultan ekonomi dan Bank Dunia mengungkap dengan meningkatkan keterlibatan UMKM secara digital bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2 persen.

’’Dengan peranan UMKM yang strategis, BTN akan membantu UMKM terlibat dalam ekonomi digital karena dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian Indonesia,” kata Maryono.

Potensi Digital

Pada 2017, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai level 5,1 persen, dengan sejumlah strategi. Salah satunya adalah dengan penguatan ekonomi digital. Seperti yang dicita-citakan oleh Presiden Joko Widodo, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara karena memiliki potensi yang besar.

Presiden menilai besarnya transaksi penjualan e-commerce pada 2014 yang mencapai USD2,6 miliar, dengan penetrasi hanya 0,6 persen dari total transaksi retail sebagai potensi yang besar.

Untuk mendukung Pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai Negara dengan digital ekonomi terbesar di Asia, Kementerian BUMN mendorong tujuh BUMN di antaranya BTN, membuka Rumah Kreatif BUMN (RKB). RKB akan difungsikan sebagai wadah bagi Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk merambah dunia e-commerce.

Hingga Akhir 2017, Kementerian BUMN menargetkan RKB yang disiapkan mencapai 514 unit dan tersebar di seluruh Indonesia. Sementara pada 2016, 100 RKB telah dibangun untuk membangkitkan UMKM di Indonesia. (ncy)