Dana Riset dan Pengembangan, ZTE Terbesar di Dunia

ZTE
Ilustrasi (Foto: IST)

Release Insider | PERUSAHAAN teknologi internet mobile asal China, ZTE Corporation, dinobatkan sebagai salah satu dari 70 perusahaan pengguna dana riset dan pengembangan (R&D) terbesar di dunia. Hal tersebut terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan Global Innovation 1.000 Study yang diterbitkan baru-baru ini oleh konsultan strategi PriceWaterhouseCoopers LLP (PWC).

Di antara 10 pengguna dana riset dan pengembangan di China, pemain-pemain di bidang telekomunikasi dan elektronik, software dan internet, menyumbang setengah dari total belanja riset dan pengembangan yang dilakukan oleh 10 perusahaan tertinggi tersebut. Secara khusus, ZTE, serta Alibaba, mengalahkan PetroChina untuk pertama kalinya yang berhasil mengklaim dua tempat teratas. Sebelumnya, selama 11 tahun PetroChina telah menjadi pengguna dana riset dan pengembangan tertinggi di antara perusahaan-perusahaan China yang terdaftar.

ZTE, yang menginvestasikan USD1,9 miliar untuk dana riset dan pengembangan pada tahun ini, atau sekitar 12,2 persen dari total pendapatan, berada di antara 70 perusahaan pengguna dana terbesar di dunia.

Laporan ini mengidentifikasi 1.000 perusahaan terdaftar paling unggul di dunia yang menghabiskan paling banyak dana riset dan pengembangan pada tahun keuangan terakhir (hingga 30 Juni). Di antara mereka, 130 perusahaan berasal dari China (tahun lalu sebanyak 123 perusahaan) dan telah menghabiskan total USD46,8 miliar di dana riset dan pengembangan.

ZTE telah menyalurkan 10 persen dari total pendapatan ke riset dan pengembangan selama beberapa tahun terakhir. Investasi riset dan pengembangan dalam enam tahun terakhir melampaui RMB50 miliar. Alokasi perusahaan untuk riset dan pengembangan bahkan naik lebih jauh lagi dalam dua tahun terakhir ini, menjadi 12,2 miliar pada 2015, tertinggi di antara perusahaan China yang terdaftar.

Selain itu, investasi sebesar RMB7.059 miliar yang disuntikkan ke riset dan pengembangan dalam semester pertama 2016 adalah setara dengan 15 persen dari total pendapatan ZTE, proporsi tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Kiprah di Indonesia

Sebagai wujud dukungan ZTE terhadap perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia, ZTE Indonesia menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga perguruan tinggi. Di antaranya dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Hasanuddin, Makassar. Di ITS, ZTE berkomitmen meningkatkan kompetensi mahasiswa ITS dengan menghadirkan sebuah laboratorium berisi bagian dari solusi e-education milik ZTE. Tak hanya itu ZTE pun memberikan dukungan dana penelitian untuk mahasiswa ITS tingkat akhir.

Di samping dengan ITS, ZTE pun menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dalam menyediakan ’ICT Training Scholarship’ dan ’ICT Talents Innovation Centre’ untuk UNHAS. ICT Training Scholarship merupakan beasiswa pelatihan selama tiga bulan di Xidian University jurusan Telecommunication Engineering (Teknik Telekomunikasi). Sedangkan ICT Talents Innovation Centre terdiri dari beberapa bagian dengan fungsinya masing-masing, yaitu ICT Innovation Centre, ICT Training Centre, dan Joint Research.

ICT Innovation Centre merupakan sebuah laboratorium yang nantinya akan dilengkapi dengan peralatan-peralatan canggih yang disediakan oleh ZTE. Selanjutnya, untuk ICT Training Centre, ZTE akan bekerja sama dengan UNHAS untuk menciptakan sebuah kelas pelatihan yang membahas seputar ICT (Information and Communication Technology). Untuk Joint Research, ZTE akan memilih 2 proyek penelitian terbaik dari mahasiswa UNHAS, dan akan dibimbing langsung oleh instruktor dari ZTE. (ncy)