Dermaga Marunda: Solusi Mengatasi Kepadatan Jalur Darat Pantura

dermaga marunda

PEMBANGUNAN dermaga Marunda segera dibangun. Pelaksanaan ground breaking dimulai akhir tahun ini. Hal ini diungkapkan H.M Sattar Taba, Presiden Director PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero), saat ditemui pada acara pencanangan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBS) di Rusunawa Marunda, Jakarta, Sabtu (28/11).

Menurutnya, rencana pembangunan dermaga Marunda sempat tertunda lebih dari setahun. ”Ground Breaking akan dimulai di akhir tahun paling lambat dan prosesnya akan memakan waktu sekitar satu tahun. Ekspektasinya, dermaga baru akan selesai pada 2017,” katanya.

Kehadiran dermaga Marunda diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk mengatasi dwelling time.

Dengan adanya dermaga ini, perjalanan Jakarta – Surabaya atau Jakarta – Semarang yang dulu melalui darat yaitu pantura, akan dapat dipindahkan ke jalur laut.

”Hal ini akan menyingkat waktu perjalanan dan mengurangi kemacetan pada jalur darat, terutama saat hari libur panjang,” ujarnya.

Diungkapkan juga, kehadiran dermaga ini, mampu memangkas biaya operasional hingga 30-40% dan juga meningkatkan rasio keamanan perjalanan.

Pada dermaga Marunda, direncanakan akan dibangun pembangkit tenaga listrik berkapasitas 1.000 mega watt untuk mendukung kebutuhan atas listrik. Selain itu, akan dibangun akses tol langsung, sebagai jalur keluar masuk mobil pengangkut kontainer.

PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) adalah salah satu instansi swasta yang menyokong GBS Marunda. Perusahaan ini juga menjadi pembina industri kreatif dari masyarakat Marunda dan sekaligus menyalurkan hasil dari industri kreatif tersebut. [RI]