Ditjen PKTN Amankan 97.700 Kg Gula Kristal Rafinasi

Gula Kristal Rafinasi

DIREKTUR Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) mengamankan 97.700 kg gula kristal rafinasi (GKR) yang diduga tidak sesuai ketentuan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (11/5).

’’Sebanyak 97.700 kg GKR tidak sesuai ketentuan ditemukan pada kegiatan pengawasan yang dilakukan hari ini (kemarin). Sesuai Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 2004 tentang Penetapan Gula Sebagai Barang Dalam Pengawasan, komoditas GKR kami awasi peredaraannya di seluruh Indonesia,’’ tegas Syahrul.

Syahrul mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 74/MDAG/PER/9/2015 tentang Perdagangan Antarpulau Gula Kristal Rafinasi yang berlaku mulai tanggal 28 September 2015 terdapat larangan memperdagangkan GKR di tingkat distributor dan atau pengecer tanpa penugasan menteri perdagangan. Selain itu, GKR dilarang diperdagangkan di pasar eceran. GKR hanya boleh digunakan sebagai bahan baku oleh industri pengguna.

’’Tanggung jawab terhadap pendistribusian GKR kepada industri pengguna merupakan tanggung jawab produsen GKR. Para pelaku akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangundangan,’’ tandasnya.

Pengawasan dilakukan di empat lokasi yaitu Koperasi Harum Manis Bersatu di Jalan Belitung Barat; Toko Sumber Pangan di Lambung Mangkurat; toko Riyadi berada di Jalan Pasar Baru dan toko Fajar Sakti di Jalan Kamboja.

Syahrul mengungkapkan, di Koperasi Harum Manis Bersatu ditemukan perdagangan GKR yang diduga tidak sesuai ketentuan dengan merek Bola Manis produksi PT Makassar Tene sejumlah 249 karung @50 kg atau 12.450 kg. Sementara di toko Sumber Pangan ditemukan 59 karung @50 kg atau 2.950 kg dengan merek DSI produksi PT Duta Sugar International Bojonegara, Serang.

Pada toko Riyadi ditemukan sejumlah 49 karung @50 kg atau 2.450 kg dengan merek DSI produksi PT Duta Sugar International Bojonegara, Serang. Sedangkan di toko Fajar Sakti ditemukan sebanyak 1.597 karung @50 kg atau 79.850 kg perdagangan GKR yang diduga tidak sesuai ketentuan.

Syahrul meminta pelaku usaha tidak lagi memperdagangkan GKR yang tidak sesuai ketentuan perundangan. Masyarakat juga diminta melaporkan jika mengetahui ada gula kristal rafinasi yang tidak sesuai ketentuan. (*)