Dukungan Masyakarat untuk Pembangunan PLTN Terus Meningkat

Pembangunan PLTN
Ilustrasi (Foto: IST)

Release Insider | DUKUNGAN masyarakat untuk pembangunan PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir) terus meningkat. Hal ini berdasarkan hasil survei terhadap 4.000 responden di 34 provinsi yang digelar Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada Oktober-Desember 2016 lalu.

Survei tersebut diterapkan pada masyarakat dengan rentang umur 15-65 tahun, mulai dari mereka yang tidak berpendidikan hingga para lulusan S3. Hasilnya menunjukkan tren positif naik, yaitu 77,53 persen atau naik 2,50 persen dari survei yang digelar pada 2015.

Dukungan masyarakat akan pembangunan PLTN tak lain didorong oleh sejumlah harapan. Antara lain, tidak adanya pemadaman listrik (43,75 persen), listrik menjadi murah (41,37 persen), dan kemungkinan terbukanya lapangan kerja.

Kepala BATAN Djarot Sulistyo Wisnubroto mengungkapkan, jajak pendapat ini merupakan salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat mengenai teknologi nuklir untuk listrik. Selain itu, sebagai bahan untuk meyakinkan pemerintah akan penerimaan masyarakat terhadap pembangunan PLTN.

’’Walaupun memang saat ini, sesuai dengan PP 79/2009, nuklir merupakan alternatif sebagai sumber daya energi listrik. Kami ingin menunjukkan bahwa infrastruktur dan sumber daya manusianya sudah siap. Dengan demikian, saat pemerintah mencanangkan Go Nuklir kami sudah siap,” ujar Djarot dalam konferensi pers hasil survei terkait pembangunan PLTN, di Kantor BATAN pusat, Jakarta, Selasa (10/1).

Baca juga: Tarik Ulur Energi Nuklir dalam Program Energi Nasional

Djarot menekankan bahwa BATAN akan terus berkomitmen secara aktif melaksanakan sosialiasi pentingnya nuklir untuk listrik. Sosialiasi ini juga dalam upaya meningkatkan pemahaman publik serta menjamin keterbukaan dan transparansi dalam setiap kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukan.

’’BATAN tidak hanya melakukan penelitian dan percobaan nuklir untuk listrik tapi juga mengembangkan kegunaan nuklir untuk bidang lainnya seperti industri makanan, kesehatan dan pangan,” kata Djarot.

Dari hasil jajak pendapat tersebut, sambung Djarot, dukungan tertinggi pada penggunaan nuklir sebagai alternatif penghasil listrik ada di Sulawesi Utara (98 persen), diikuti oleh Aceh, Jawa Barat dan Jambi, masing-masing 95 persen.

Plus Minus

PLTN adalah Pusat pembangkit listrik yang menggunakan reaksi atom sebagai sumber energi pembangkitan listrik. Hingga saat ini, PLTN merupakan salah satu bentuk sumber energi yang menuai banyak kontroversi.

Pembangkit Nuklir adalah jenis pembangkit thermal yang dimana sumber panasnya adalah dari reaktor nuklir. Sama seperti tipe pembangkit thermal lainnya, panas ini digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang kemudian memutar generator.

Dilaporkan oleh IAEA per April 2014 ada sekitar 435 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang beroperasi di 31 negara di dunia. Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan PLTN?

Berikut ini plus minus PLTN seperti dilansir dari nuclear-energy.net:

Kelebihan PLTN:

1. Lahan

PLTN tidak memerlukan area yang luas, tidak seperti pembangkit lain semacam Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (angin) atau PLTA yang memerlukan catchment area yang luas. Namun untuk pendinginan, PLTN memerlukan air yang banyak, sehingga PLTN biasanya diletakkan di pinggir pantai, yang juga untuk mencegah terganggunya air minum.

2. Rendah Emisi Karbon

PLTN tidak berkontribusi terhadap emisi karbon. Tak ada emisi CO2 yang dikeluarkan oleh PLTN, karenanya PLTN tidak menjadi penyebab global warming.

3. Tidak Memproduksi Partikel Polutan

PLTN juga tidak mengeluarkan partikel polutan seperti halnya Pembangkit Thermal dari bahan fosil. Sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara yang dapat menyebabkan hujan asam.

4. Padat Energi

Energi nuklir memiliki intensitas energi yang tertinggi, energi yang sangat besar diproduksi dari jumlah bahan bakar yang sangat sedikit.

5. Raliable

Energi nuklir sangat reliable, tidak bergantung dengan cuaca, tidak seperti PLT Bayu atau PLTA.

6.Volume Sampah Kecil

Sampah dari energi nulir volumenya relatif kecil. Meskipun demikian sampah ini bersifat radioaktif.

Baca juga: Potensi Limbah Radioaktif

Kekurangan PLTN:

1. Pembuangan Energi Nuklir

Pembuangan sampah nuklir sangat mahal. Karena sampahnya bersifat radioaktif maka harus mendapatkan treatment khusus sehingga sampahnya tidak mencemari lingkungan.

2. Decomissioning

PLTN yang tidak terpakai tidak bisa begitu saja ditinggalkan. Proses decomisiioning akan memakan waktu yang lama dan biaya yang besar untuk mencegah terpaparnya lingkungan sekitar dari sampah radioaktif.

3. Kecelakaan Nuklir

Kecelakaan nuklir dapat menyebarkan partikel radioaktif kelingkungan yang luas. Radiasi ini dapat merusak sel-sel tubuh yang dapat menyebabkan penyakit atau kematian. Penyakit dapat muncul dalam waktu yang lama setelah kejadian radiasi. (aan)