Eksotisme Pulau Morotai, Surga Tersembunyi di Timur Indonesia

Pulau Morotai
Pulau Morotai di Maluku Utara menawarkan keindahan alam yang eksotis. Banyak wisatawan yang menyebutnya ''Surga Tersembunyi'' karena keindahannya yang sangat memesona. (Foto: IST)

Release Insider | MENIKMATI keindahan alam di Pulau Morotai, Maluku Utara, seolah tak pernah cukup. Keelokan Morotai mulai dari lautan pantai yang eksotis sampai kisah sejarah PD II, menjadikan pulau ini layak menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Posisi Pulau Morotai sangat strategis karena di utara diapit negara Jepang, Korea, China, Taiwan, dan Filipina. Di barat ada Singapura dan negara ASEAN.

Di selatan ada Australia dan Selandia Baru. Sedangkan di timur ada republik kepulauan pelau dan negara-negara kepulauan di Pasifik.

Tak heran jika Morotai mendapat julukan ”mutiara” di bibir pasifik. Tempat-tempat wisatanya menawarkan peluang yang cukup besar, terlebih bila ada peran investor yang masuk dan membangun amenitas di pulau ini.

Ya, peran investor sangat penting untuk membuat perkembangan wisata di Morotai kian bergejolak. Sebab, hingga saat ini, destinasi Morotai belum bisa maksimal menjaring wisatawan.

Baca juga: Target Pariwisata Perlu Gempuran Konektivitas Udara, Laut, dan Darat

Hal ini diakui juga oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menurut Menpar, hal ini disebabkan masih lemahnya Morotai dalam 3A (Amenitas, Aksesbilitas, dan Atraksi).

Untuk menggenjot jumlah wisatawan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morotai menetapkan event Wonderful Morotai Island Festival (WMIF) atau Festival Pesona Morotai sebagai acara tahunan. Pada WMIF 2017, akan ada enam event unggulan yang diyakini mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Muhammad Natsir Thaib, menjelaskan, WMIF merupakan satu upaya untuk mendorong pembangunan percepatan destinasi pariwisata di kawasan timur Indonesia, khususnya Malut. Ia bersyukur, Morotai menjadi salah satu jajaran kepulauan yang menjadi perhatian pemerintah pusat.

”Aksesibilitas dan fasilitas publik terus dibangun pemerintah untuk menghidupkan Morotai sebagai destinasi kelas dunia,” kata Natsir saat peluncuran Calendar of Event WMIF 2017 di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (21/4) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Menpar Arief Yahya mengatakan, WMIF bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) ke kawasan tersebut.

”Atraksinya tahun ini punya enam. Ini harus dipilih salah satu untuk dijadikan kelas dunia. Saya senang yang dipilih event mancingnya, karena bila memilih atraksi bawah lautnya harus hati-hati karena banyak saingannya,” kata Menpar Arief Yahya dalam sambutannya.

Tahun ini, lanjut Menpar, Morotai ditargetkan mendatangkan 11 ribu wisman, sementara targetnya hingga 2019 sebanyak 500 ribu.

”Kegiatan ini menargetkan kunjungan 135 wisman dan 540 wisnus ke Morotai. Morotai baru bisa mendatangkan wisman 11 ribu. Kunjungan wisatawan ini sangat berarti bagi pariwisata Malut,” tuturnya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, Pulau Morotai ditetapkan pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas atau sebagai  ”Bali Baru”. Saat ini dilakukan percepatan pembangunan dalam menjadikan Pulau Morotai sebagai destinasi kelas dunia dengan mengandalkan pada potensi alam, budaya, dan wisata buatan manusia serta didukung oleh unsur atraksi, amenitas, dan aksesibilitas yang memadai.

”Jangan khawatir, pembangunan di Morotai terus berjalan. Apabila bandaranya sudah bisa dilandasi pesawat besar, kunjungan wisman akan naik drastis. Kita lihat contoh Bandara Silangit untuk Danau Toba, begitu ditetapkan jadi bandara internasional, kunjungan wismannya melesat naik,” ungkap Arief Yahya.

Perhelatan perdana event WMIF ini akan berlangsung selama enam bulan, yakni mulai Mei hingga Oktober 2017. Apa saja agendanya?

Baca juga: Taman Wisata Candi Siapkan 20 Homestay Tiap Desa

Enam event unggulan

Bakal ada enam event unggulan dalam WMIF 2017. Pertama, lomba foto bawah laut yang berlangsung di Perairan Morotai Selatan pada 15-19 Mei 2017. Event ini dimaksudkan untuk menjaga serta melindungi terumbu karang dan biota laut lainnya.

Selain itu sebagai ajang untuk memperkenalkan keindahan alam bawah laut Morotai serta tantangan bagi penyelam dalam mengeksplorasi berbagai jenis sisa-sisa peninggalan peralatan Perang Dunia II yang ada sekitar perairan Morotai. Ditargetkan event ini akan dikunjungi 25 wisman dan 100 wisnus.

Kedua, Festival Pante yang dikemas dalam beberapa kegiatan, di antaranya Lomba Timba Laor, Lomba Renang, Lomba Perahu Hias, Lomba Katinting, dan Lomba Renang Tradisional yang akan berlangsung di Morotasi Selatan pada 3-6 Mei 2017. Target kegiatan ini sebanyak 20 wisman dan 80 wisnus.

Ketiga, festival musik dan tari tradisional  yang dikemas dalam beberapa kegiatan lomba musik, Yangere, Musik Bambu Tada (Hitadi), Lomba Masamper, Lomba Tarian Tide-Tide, dan Lomba Tarian Cakaleleber. Kegiatan berlangsung di Morotai Selatan pada 8-12 Agustus 2017.

Keempat, Fishing Morotai sebagai lomba mancing berskala internasional yang berlangsung di perairan Morotai pada 25-27 Agustus 2017. Targetnya diikuti 25 wisman dan 100 wisnus.

Kelima, Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai dalam rangka memperingati HUT RI berlangsung di Morotai Selatan pada 14-15 Agustus 2017. Targetnya 20 wisman dan 80 wisnus.

Keenam, Morotai Beach Run, kegiatan marathon yang diikuti peserta dari dalam negeri dan mancanegara yang berlangsung di Morotai Utara pada 26-27 Oktober 2017. Target pengunjung 25 wisman dan 100 wisnus. (aan)