Forum Pengembangan dan Pembangunan Akses Pita Lebar

Akses Pita Lebar

Penyelenggaraan forum ini dianggap penting mengingat peran akses pita lebar yang telah memasuki seluruh aspek kehidupan

Dalam rangka memperingati 150 tahun berdirinya International Telecommunication Union (ITU) dan sebagai bentuk partisipasi aktif Kementerian Kominfo dalam meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan di bidang telekomunikasi/ Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususnya pengembangan dan pembangunan akses pita lebar,

Kementerian Kominfo bekerja sama dengan ITU menyelenggarakan “ITU Asia-Pacific Regional Forum on Reshaping Policy and Regulatory Landscape for Accelerating Broadband Access” pada tanggal 8-10 September 2015 di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta.

Lebih lanjut, forum ini bertujuan sebagai wahana bagi para pembuat kebijakan, pelaku industri telekomunikasi, akademisi, dan stakeholder terkait di kawasan Asia dan Pasifik untuk berdiskusi, bertukar informasi dan pengalaman di bidang percepatan akses pita lebar yang nantinya akan menghasilkan solusi dan rekomendasi untuk pembuatan kebijakan serta memetakan tantangan dan peluang yang berkaitan dengan akses pita lebar dimaksud.

Penyelenggaraan forum ini dianggap penting mengingat peran akses pita lebar yang telah memasuki seluruh aspek kehidupan, mulai dari perekonomian, kesehatan, pangan, tata kota, kependudukan, dan lain sebagainya, sehingga perlu diadakan diskusi-diskusi oleh para stakeholders guna menghasilkan pertimbangan dan rekomendasi penting untuk penyusunan regulasi di tingkat nasional dan regional.

Forum berskala internasional ini dihadiri oleh delegasi dari negara-negara anggota ITU di kawasan Asia dan Pasifik, anggota sektor ITU, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, yang meliputi perwakilan dari berbagai Kementerian/ Lembaga, asosiasi, akademisi, dan operator yang bergerak di bidang telekomunikasi dan layanan akses pita lebar.

Lebih lanjut, para moderator dan pembicara berasal dari Kantor Pusat ITU Jenewa, Food and Agriculture Organization (FAO), Badan Pusat Statistik (BPS), Kemenko Perekonomian, Kementerian Kominfo, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan beberapa operator dan asosiasi dari dalam dan luar negeri, seperti dari Mastel Indonesia, Intel, Korea Telecom, GSMA, PT. Telkom, dan PT. Telkomsel.