KPR Mikro Dongkrak Program Sejuta Rumah

KPR Mikro
Ilustrasi (Foto: Nancy Anastasia/Release Insider)

Release Insider | PRODUK KPR Mikro yang digulirkan Bank BTN, berpeluang besar mendongkrak capaian program sejuta rumah tahun ini. Sebab, dengan KPR Mikro, masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap berkesempatan punya rumah sendiri.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pelaksanaan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro BTN, akan sangat membantu masyarakat yang bekerja di sektor informal. ”Kami optimistis KPR tersebut dapat mendongkrak capaian Program Sejuta Rumah tahun ini,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta akhir pekan lalu.

Basuki menjelaskan, terobosan yang dilaksanakan oleh Bank BTN tersebut tentunya sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk mempermudah akses seluruh masyarakat supaya dapat memiliki rumah impiannya sendiri. Apalagi kebutuhan rumah masyarakat baik itu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non MBR dari tahun ke tahun tentunya akan terus meningkat.

”Jika tahun lalu capaian Program Sejuta Rumah bisa mencapai angka 800 ribu lebih, maka tahun ini tentunya kami harap bisa lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya mengharapkan.

Baca juga: KPR BTN Mikro Utamakan Pekerja Sektor Informal

Pemerintah melalui Kementerian PUPR, kata Basuki, sebenarnya juga memiliki bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Adapun penyalurannya KPR FLPP tersebut dilaksanakan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, bekerja sama dengan berbagai bank nasional maupun bank pembangunan daerah.

Saat ini jumlah pekerja di Indonesia diperkirakan mencapai angka lebih dari 120 juta orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 40 persen diantaranya bekerja di sektor formal dan sisanya 60 persen bekerja di sektor non formal.

”Yang bekerja di sektor non formal itu termasuk para penjual mi dan bakso yang tergabung dalam asosiasi pedagang mi dan bakso. Target KPR Mikro tersebut adalah mereka yang tergabung dalam asosiasi tersebut. Kalau pemerintah membantu mereka yang bekerja di sektor formal melalui KPR FLPP tentu bank juga boleh membantu masyarakat di sektor non formal untuk memiliki rumah,” tandasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari website www.ppdpp.id masyarakat yang ingin memanfaatkan KPR FLPP harus memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain, Penerima adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia, Penerima telah berusia 21 tahun atau telah menikah, Penerima maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah, Gaji/penghasilan pokok tidak melebihi Rp4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak dan Rp7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun, Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun, dan Memilki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Program Sejuta Rumah Capai 805.169 Unit

Selain itu, beberapa fitur kemudahan lain jika masyarakat ingin menggunakan KPR FLPP untuk membeli rumah adalah suku bunganya tetap hanya 5 persen selama masa kredit, angsuran ringan dan terjangkau serta uang muka yang ringan.

”Kami berharap para pekerja sektor non formal bisa memanfaatkan KPR mikro Perumahan ini. Selain tukang mie dan bakso para tukang cukur pun bisa memanfaatkan KPR tersebut,” katanya.

Sekadar informasi, Bank BTN pada Jumat (24/2) kemarin telah meluncurkan produk baru KPR BTN Mikro di Semarang, Jawa Tengah. KPR Mikro tersebut diharapkan bisa menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dari sisi sektor informal.

Di mana jumlah penduduk dengan pendapatan tidak tetap ini masih ada sekitar 6,5 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Produk KPR Mikro tersebut membidik masyarakat dengan penghasilan rata-rata Rp1,8 juta hingga Rp2,8 juta per bulan yang hingga saat ini masih belum tersentuh oleh perbankan. (ncy)