Kurangi Plastik 40 Persen, Coca Cola Luncurkan Affordable Small Sparkling Package

Affordable Small Sparkling Package
Ilustrasi (Foto: IST)

Release Insider | TEKNOLOGI Affordable Small Sparkling Package (AASP) mulai diluncurkan Coca Cola Indonesia. Dengan teknologi ini, Coca Cola bisa mengurangi penggunaan plastik lebih dari 40 persen atau setara dengan 800 ton per tahun.

Public Affairs & Communication Director Coca Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, mengemukakan, penerapan teknologi Affordable Small Sparkling Package, sesuai dengan visi jangka panjangnya dalam bidang kemasan berkelanjutan.

”Kami secara aktif bekerja di seluruh bagian sistem Coca Cola untuk menciptakan solusi yang bertujuan untuk mencegah pembuatan limbah berlebih, yang disebabkan oleh kemasan produk kami,” kata Triyono saat konperensi pers terkait pengenalan teknologi Affordable Small Sparkling Package di Jakarta, Selasa (13/6).

Baca juga: Ketika Sampah Plastik Mewujud Karya Seni

Triyono memaparkan bahwa pencegahan limbah bukan sekadar mengurangi bahan-bahan kemasan, tapi juga fokus untuk mengoptimalkan efisiensinya. Selain itu, dapat meningkatkan penggunaan bahan-bahan terkini, mengumpulkan kemasan untuk digunakan kembali, dan meningkatkan penggunaan bahan daur ulang.

”Dengan membangun lini produksi senilai USD30 juta di Cikedokan Jawa Barat, Indonesia menjadi negara kedua yang menggunakan teknologi ini. Dengan teknologi Affordable Small Sparkling Package ini, konsumsi plastik dalam produksi botol PET akan berkurang sekitar 40 persen,” kata Triyono.

Terkait alasan mengapa Indonesia yang dijadikan lokasi untuk penggunaan teknologi ini, Technical Director Coca Cola Indonesia Stewart Edmed, mengemukakan bahwa luasnya area distribusi membutuhkan waktu untuk pengiriman, dan kemasan berkualitas agar rasa dan kualitas di dalam botol tetap terjaga.

”Dengan teknologi Affordable Small Sparkling Package ini, rasa dan kualitas akan tetap terjaga. Sekaligus mengurangi bahan baku plastik dalam setiap produksinya,” ujar Stewart menegaskan.

Walaupun investasi pada teknologi ini sangat mahal, lanjut Stewart, tapi mampu mengurangi biaya di sektor lainnya. Dengan demikian, penggunaan teknologi baru ini tidak akan mengubah harga Coca Cola di pasaran.

Baca juga: Komik Digital Karakter Legendaris Indonesia Sudah Bisa Dinikmati, Lho

Kebijakan Coca Cola untuk menggunakan teknologi Affordable Small Sparkling Package ini dianggap sebagai langkah yang bijaksana oleh Peneliti dari Universitas Indonesia Dr. Ir. Gabriel Soedarmini Boedi Andari, M.Eng.

”Kenyataan yang saya dapat dari penelitian di lapangan, yaitu di Jakarta dan di Ternate, masalah terbesar yang dihadapi Indonesia adalah sampah dari plastik,” ungkap Gabriel.

Cara terbaik untuk menjaga kondisi lingkungan serta menghasilkan kondisi bumi yang lebih baik, lanjutnya, adalah dengan menghindari penggunaan plastik atau mengurangi penggunaanny dalam kehidupan sehari-hari. (aan)