Sumenep dan Malang Raya Jadi Primadona di Majapahit Travel Fair

Pantai Lombang di Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi salah satu destinasi yang diangkat dalam Majapahit Travel Fair 2017. (Foto: IST)

Release Insider | MAJAPAHIT Travel Fair kembali digelar. Kali ini perhelatan tersebut difokuskan pada daerah Sumenep dan Malang Raya.

Ajang Majapahit Travel Fair digelar atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Jatim), DPD ASITA Jatim, dan PT Debindo Mitra Tama, yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, menyatakan apresiasinya atas kerja Dispar Jatim yang mampu menyelenggarakan travel fair untuk kali ke-18.

”Kementerian Pariwisata akan menyokong promosi kegiatan pariwisata yang digagas daerah,” kata Esthy saat konferensi pers Majapahit Travel Fair 2017 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (6/4).

Baca juga: Dukung Toba Kayak Marathon, Kemenpar Siapkan Tim Penyelamat

Kadisbudpar Jatim H. Jarianto memaparkan, Majapahit Travel Fair 2017 ini merupakan sarana untukmeningkatkan kunjungan wisatawan. Selain itu, untuk menciptakan peluang bisnis, dan ajang promosi pariwisata Jatim dan daerah lain di Indonesia.

”Tema yang kami angkat tahun ini adalah Adventure Tourism dengan berfokus pada daerah Sumenep dan Malang Raya. Akan hadir 120 buyers potensial dan 17 negara yang sudah konfirmasi per tanggal 5 April untuk hadir,” kata H. Jarianto.

Lebih dalam, H. Jarianto memaparkan beberapa daerah di Sumenep yang bisa menjadi tujuan wisata dan mampu menghadirkan nuansa baru.

”Salah satu yang akan kita angkat adalah Pulau Giliang, yang terkenal sebagai pulau yang memiliki persentase penduduk berusia panjang yang tinggi. Rata-rata penduduk disana berumur minimal 100 tahun, yang disebabkan oleh tingginya kadar oksigen di pulau itu,” tutur H. Jarianto.

Bahkan, untuk ke depannya, akan ada wacana untuk menjadikan Pulau Giliang sebagai objek wisata kesehatan.

”Ada dua pantai yang terkenal di Sumenep, yakni Pantai Lombang yang menjadi sumber dari pohon cemara udang, dan Pantai Selopeng. Selain itu, kami akan mengangkat Desa Aing Tong Tong, yang selama ini sudah terkenal hingga manca negara sebagai tempat pembuatan keris terbaik,” ujar H. Jarianto.

Baca juga: 20 Homestay Tiap Desa di Taman Wisata Candi

Majapahit Travel Fair
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti (dua dari kiri) saat meluncurkan Majapahit Travel Fair 2017 di Gedung Kementerian Pariwisata, Kamis (6/4). (Foto: Ranny Supusepa/Release Insider)

Perwakilan ASITA Jawa Timur Doni, menjelaskan dalam ajang tersebut akan dibagi menjadi tiga kegiatan. Yaitu, Travel Exchange yang diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Surabaya, Exhibition di Grand City Convex Surabaya, dan Fun Trip ke Sumenep dan Gunung Bromo.

”Konsep Travex adalah pertemuan B2B sementara untuk Exhibition lebih kepada B2C. Untuk buyers yang hadir antara lain dari China, Iran, Srilangka, Prancis, Turki, Jepang dan India. Dan untuk sellers, akan hadir 66 industri pariwisata dari Jawa Timur dan 28 industri pariwista dari luar Jatim, yaitu Jakarta, Bali, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, NTB dan Kepulauan Riau,” tutur Dony.

Dony juga menambahkan bahwa rangkaian acara yang digelar pada 13-16 April ini, tidak akan memungut biaya apa pun pada pengunjung.

”Acara akan dimulai dari jam 10.00 hingga 21.00 Wib dan gratis. Akan ada aneka lomba dan hiburan bagi para pengunjung,” ucap Dony.

Majapahit Travel Fair 2017 ini ditargetkan akan mampu menghasilkan total transaksi sebesar Rp56 miliar. Target ini naik 2,5 persen dibandingkan penyelenggaraan 2016 yang mencapai Rp54,8 miliar. (aan)