Mantan Bidan Minar Sihite, Penemu Mata Air Soda Alami di Tarutung

Mata Air Soda
Pemandian Air Soda Desa Parbubu, Tarutung, Sumatera Utara, selalu ramai dikunjungi wisatawan. (Foto: Release Insider/Inge Mangkoe)

Release Insider | PEREMPUAN paruh baya itu bernama Minar Sihite. Ia seorang mantan bidan yang menemukan mata air soda alami di Desa Parbubu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Mata air soda ini kemudian ia jadikan pemandian yang seiring waktu banyak dikunjungi masyarakat, baik dari kawasan setempat maupun luar daerah, hingga mancanegara. Lokasinya hanya sekitar 1 kilometer dari pusat kota Tarutung.

Minar Sihite
Minar Sihite, penemu mata air soda di Desa Parbubu, Tarutung, Sumatera Utara. (Foto: Release Insider/Inge Mangkoe)

Saat ini, sumber mata air soda alami hanya ada dua di dunia, yakni di Venezuela dan Tarutung. Meski begitu, air soda alami di Tarutung jauh lebih segar, dingin, dan rasanya pun enak.

”Berbeda dengan yang ada di Venezuela, katanya panas. Saya diberi tahu langsung oleh orang Venezuela yang penasaran datang ke sini. Dia bilang, enak sekali airnya, bisa dipakai mandi juga. Di Venezuela, kolam air soda hanya bisa dilihat,” tutur Minar Sihite saat berbincang dengan wartawan di Pemandian Air Soda Desa Parbubu, Tarutung, akhir pekan lalu.

Minar tidak mengenakan biaya retribusi pada pengunjung. Akan tetapi, pengunjung yang mandi harus beli minuman dan makanan di warung miliknya yang berada persis di atas pemandian tersebut.

”Kalau orangnya tidak makan dan minum (di warung), baru saya minta uang mandi. Itupun saya minta untuk membantu perawatan saja. Besarannya sekitar Rp4-5 ribu per orang,” ujarnya menjelaskan.

Minar mengelola pemandian itu sendiri. Ia bahkan rela melepaskan profesi kebidanannya agar bisa menjadikan air soda ini sebagai mata pencaharian.

Menurut Minar, pernah satu ketika pihak pemerintah daerah ingin membeli lahan pemandian air soda miliknya itu. Akan tetapi, Minar menolak karena dirinya sudah berjanji untuk merawatnya sendiri.

Ia juga menerangkan, air soda ini berkhasiat untuk kesehatan. Jika untuk mandi, bisa mengobati penyakit kulit, dan kalau diminum dapat menyembuhkan rematik serta asam urat.

”Ada dokter dari Bandung dan Jogja sudah meneliti. Mereka sering bawa airnya ke Jawa sana. Mereka bilang khasiatnya memang terbukti,” terangnya.

Keajaiban di Hutan Angker

Minar menemukan mata air soda ini pada 1973 silam. Ketika itu, tempat tersebut masih berupa hutan angker. Tak ada orang yang berani masuk ke hutan itu.

”Saya pulang dari Jakarta pada 1965 karena mertua meninggal dunia. Lalu, saya dan suami memutuskan untuk tinggal di kampung, merawat rumah peninggalan mertua,” kata Minar.

Suatu ketika, saat dirinya tengah berjalan-jalan, tiba-tiba langkah kaki membawanya ke dalam hutan angker tersebut. Di sanalah ia menemukan mata air soda ini.

”Saya cicipi air itu, rasanya enak dan segar. Ini sebuah keajaiban dari Tuhan. Saya pun bertekad untuk merawat mata air ini, dan menjadikannya mata pencaharian,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghormatan pada Tuhan yang telah menciptakan tempat itu, Minar pun memberikan batasan-batasan pada setiap pengunjung. Antara lain, dilarang ngomong kotor, tidak boleh mandi telanjang termasuk anak kecil, dan tidak boleh ada penginapan di sekitar mata air.

Minar pun membuat kolam ukuran 20 x 20 meter yang dibangun secara sederhana, untuk menampung air soda tersebut. Dengan kedalaman 1,5 meter, pemandian air soda ini ramai dikunjungi orang setiap harinya.

”Sabtu, Minggu, dan hari libur, pengunjungnya luar biasa. Kapasitas kolam kadang tak bisa menampungnya,” ucapnya.

Pemandian Air Soda di Parbubu, Tarutung, merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia. Dalam bahasa Toba, tempat ini disebut ”Aek Rara” (air merah) karena warnanya yang nyaris berwarna merah.

Jika mandi di air soda ini, tubuh kita akan berbusa. Mata pun perih jika terkena percikan airnya.

Akan tetapi, airnya tidak lengket di badan. Sebaliknya, membuat badan terasa halus dan ringan. Bila dicicipi, airnya akan terasa sedikit asin.

Untuk mencicipi air soda di pemandian ini, Minar menyarankan untuk melakukannya pada pagi hari, sebelum ada orang yang mandi. ”Ambil dari buih-buihnya itu,” ujarnya menutup pembicaraan. (inx)