Gali Potensi Pariwisata Calon Ibu Kota Negara Baru, Mapala UI Akan Lakukan Ekspedisi Panjat Tebing

Mapala UI
Tebing Citatah 125 di Bojong Loa, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Release Insider | TIM Mapala UI (Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia), akan melakukan ekspedisi panjat tebing di Puruk Sandukui, Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 7-26 Agustus 2017 mendatang. Ekspedisi ini bertujuan untuk mengeksplor potensi di sekitar calon ibu kota negara Indonesia, yakni Palangkaraya.

Target utama dari ekspedisi ini, yaitu menjadi tim pemanjat pertama yang berhasil mencapai puncak tebing tersebut. Pemanjatan yang dilakukan dengan teknik Himalayan ini, dimulai pada 10 Agustus, tiga hari dari tanggal keberangkatan.

Puncak acara pemanjatan adalah pada 17 Agustus. Mengambil momentum Hari Kemerdekaan, Tim Mapala UI akan melakukan upacara bendera di puncak tebing yang belum pernah dijamah tersebut.

Baca juga: Olahraga Selam Bikin Deg Degan Tapi Menyenangkan

Tebing yang ketinggian pastinya belum diketahui tersebut berada di kawasan tambang emas, Pegunungan Muller. Tebing ini dapat menjadi tambahan ciri khas daerah Kalteng karena bentuknya yang unik, yaitu seperti jari telunjuk yang menonjol sendiri diantara hutan belantara.

Bertolak dari kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Tim Mapala UI akan tiba di bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya pada 7 Agustus 2017. Setibanya di sana, tujuh orang angggota aktif Mapala UI yang tergabung dalam tim akan dipecah menjadi dua, yaitu tim pemanjatan Puruk Sandukui, dan tim eksplorasi suku Ot Danum.

Mapala UI
Foto latihan Tim di Tebing Citatah 125, Bandung Barat. Tim sedang berlatih artificial climbing yang membutuhkan 2-3 pemanjat. Pemanjat satu sebagai leader, pemanjat dua sebagai belayer dan pemanjat ketiga sebagai support. (Foto: Mapala UI for Release Insider)

Suku Ot Danum adalah salah satu dari ratusan Suku Dayak yang berada di Pulau Kalimantan. Suku ini bermukim di beberapa tempat di Kalimantan, salah satunya yaitu di dekat tebing tujuan ekspedisi ini, tepatnya di Desa Hatung, Kabupaten Gunung Mas.

Suku Dayak Ot Danum memiliki kaitan budaya yang erat dengan Puruk Sandukui. Dalam bahasa lokal, arti kata Puruk sendiri berarti tebing, sedangkan Sandukui berarti tambatan yang dipercayai merupakan tambatan bahtera Nabi Nuh dulu kala.

”Kami melihat Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukotanya Palangkaraya memiliki potensi pariwisata yang tinggi. Kekayaan alam dan budaya seperti hutan, sungai, tebing, dan beragam suku Dayak bisa menjadi daya tarik wisata calon ibu kota negara ke depannya,” kata Ketua Mapala UI Yohanes Poda Sintong.

Ia menambahkan, pencinta alam memang perlu bergiat bukan sekadar untuk mengejar prestasi kelompok saja, tapi juga melakukan kegiatan yang dapat berdampak positif bagi masyarakat. ”Semoga kegiatan ini bisa diterima menjadi masukan yang baik untuk pengembangan pariwisata Kalimantan Tengah,” ujar Yohanes.

Baca juga: Garuda Indonesia Buka Penerbangan ke Kaimana

Dijelaskan, sebagai usaha untuk menggali potensi wisata alam dan budaya di Kalimantan Tengah, kegiatan ini diharapkan dapat memberi dukungan terhadap pemerintahan daerah setempat dalam mempromosikan provinsi tersebut.

Pemerataan

Jakarta, sebagai kota metropolitan, pusat bisnis dan pemerintahan Indonesia, semakin hari menjadi semakin padat. Anggapan bahwa Jakarta sudah tidak kondusif lagi dalam menjalankan fungsinya sebagai ibu kota NKRI, makin jelas. Isu pemindahan pusat pemerintahan yang sudah tercetus sejak masa kepemimpinan Bung Karno dan Pak SBY, kini kembali menghangat.

Dasar pemindahan pusat pemerintahan ini salah satunya adalah perlunya pemerataan Pulau Jawa dengan pulau lain. Pulau tempat ibu kota yang baru, sebaiknya tahan bencana dan dapat diakses dengan mudah dari Jakarta, yang masih berperan sebagai pusat bisnis nasional.

Maka ditunjuklah Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah, sebagai calon ibu kota Indonesia di masa yang akan datang. Kota yang masih memiliki lahan untuk pembangunan dengan populasi sekitar 220.962 ini terkenal dengan kekayaan alamnya termasuk hutan dan pegunungannya.

Hutan Kalimantan Tengah sendiri sebagiannya termasuk dalam kawasan Heart of Borneo di bawah lindungan organisasi WWF. Sangat berbeda dibandingkan dengan ibu kota kita saat ini yang padat dengan berbagai sentuhan teknologi. (ril)