Menyampaikan Informasi pun Ada Etikanya

Menyampaikan Informasi

Saat ini, setiap orang memang punya hak untuk menyampaikan informasi. Akan tetapi, kita juga harus tahu cara memilahnya agar informasi tidak malah menjadi sebuah kebisingan (noise). Ya, menyampaikan informasi pun ada etikanya.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, informasi akan semakin cepat tersebar. Di sisi lain, ada dampak negatifnya juga. Salah satunya adalah banyak tatanan dalam dunia komunikasi yang sering ditinggalkan bahkan diabaikan. Akibatnya, informasi yang bergulir menjadi bias.

Wacana ini juga yang dibahas dalam Professional Forum dan Talkshow bertajuk A Communication Overview In The Modern Era ’’Where are we in the ICT era?’’ yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra di Surabaya pada 12 Mei 2016 lalu.

Professional Forum dan Talkshow ini menghadirkan sejumlah praktisi yang berkompeten di bidangnya. Antara lain Jati Savitri Sekargati selaku News Manager Media Televisi Indonesia-PT Metro TV, Errol Jonathans selaku CEO of Suara Surabaya Media, Dr. Rully Nasrullah, M.Si selaku writer of ’’Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi’’, serta Cipluk Carlita selaku Communications Manager Twitter Indonesia.

Kegiatan yang terbagi dalam dua sesi tersebut diperuntukkan bagi para akademisi, profesional hingga mahasiswa Ilmu Komunikasi di seluruh Indonesia.

‘’Kegiatan ini merupakan rangkaian acara hari jadi Ilmu Komunikasi UK Petra yang ke-15. Melalui kegiatan ini semoga para peserta dapat mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan tepat,’’ ungkap Desi Yoanita, selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UK Petra.

Dalam sesi pertama bagi professional dan akademisi tersebut diisi dengan diskusi yang dipecahkan secara bersama terkait Information Communication and Technology (ICT) seperti peran, fungsi, dan etikanya kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yang berupa talkshow dengan para mahasiswa. (ant)