Nilai Perdagangan RI dan Polandia Capai USD1 Miliar

MENKO Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Rizal Ramli mengungkapkan bahwa nilai perdagangan RI dan Polandia, saat ini sebesar USD1 miliar. Ke depan, ditargetkan dapat meningkat dua kali lipat.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli dalam forum ASEAN Economic Community (AEC) bertajuk ”The New Common Market in Asia” di Kementerian Pembangunan Republik Polandia, Warsawa, Selasa (8/12).

”Polandia tidak menggunakan mata uang Euro sehingga akan lebih murah dari sisi perhitungan perdagangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, negara anggota ASEAN yang tergabung dalam AEC memiliki potensi pasar besar. Pembentukan awal dari AEC ini, dimulai dengan kebijakan bersama dalam bentuk penurunan tarif di antara Negara ASEAN.

”Perubahan besar yang dijalankan yakni mengurangi biaya produksi dan menjadikan produksi barang di ASEAN menjadi kompetitif,” imbuhnya.

Terobosan lainnya di tingkat Negara ASEAN yakni pada KTT ASEAN beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur, telah disepakati untuk koordinasi pada sektor pariwisata dan harmonisasi standarisasi perdagangan ASEAN, hal ini terlihat simpel namun sangat penting.

Contoh implementasi kerjasama di lingkup ASEAN dibentuknya Palm Oil Council antara Indonesia dan Malaysia yang menguasai 80% pangsa pasar minyak sawit dunia. Organisasi dibentuk untuk menetapkan standarisasi, serta meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Indonesia dan Malaysia.

”Dewan ini dibentuk dalam waktu dua bulan saja, sebagai bukti inovatif dan efektifnya kerjasama di antara Negara ASEAN,” kata Rizal.

Deputy Prime Minister of The Development of The Republic of Poland HE. Mateusz Morawecki, menyampaikan bahwa Polandia menawarkan diri sebagai hub perdagangan negara-negara ASEAN ke Uni Eropa khususnya Eropa Timur, dengan harga yang lebih murah dan produksi yang lebih baik dari negara Eropa lainnya, Polandia disebutkan sangat menjanjikan.

Tahun depan akan dibangun Badan Ekspor Polandia, yang akan mendukung Perdagangan RI dan Polandia, di mana Mateusz berjanji akan mendatangkan para investor besar Polandia ke negara-negara ASEAN.

Sementara Duta Besar RI untuk Polandia sekaligus merangkap Ketua Komite ASEAN di Warsawa, Dubes Pieter Gontha, menyampaikan ASEAN dengan satu pintu, memiliki kekuatan dan potensi yang besar. Salah satu contoh kekuatan kerjasama tersebut yang telah berjalan yakni pembentukan Dewan Kelapa Sawit (Palm Oil Council).

Menurutnya, negara-negara ASEAN juga harus belajar dari pengalaman Uni Eropa dalam menjalankan kerja sama perdagangan. Sebagai ketua ASEAN di Polandia, Pieter Gontha akan mengkoordinasikan hal tersebut. (aan)
by JJ San on