Normalisasi Sungai untuk Tingkatkan Produktivitas Nelayan

Normalisasi Sungai
Ilustrasi (Foto: IST)

Release Insider | PROGRAM normalisasi sungai sangat penting untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Karena itu, PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) bekerja sama dengan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batang, menginisiasi program tersebut bagi para nelayan di Desa Ujungnegoro, Pekalongan, Jawa Tengah.

Dalam program normalisasi sungai ini, BPI menyerahkan mesin penyedot lumpur bertempat di Muara Kalisono. Kegiatan ini merupakan langkah BPI dalam menjalankan komitmennya untuk mendukung program pemerintah serta memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir.

Bantuan mesin tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Operasional (COO) BPI Shiroki Yamashita, didampingi , kepala Dislutkannak Batang Achmad Taufiq. Mesin penyedot lumpur diserahkan kepada Taat, perwakilan KUB nelayan Maeso Rukun Ujungnegoro.

Baca juga: Ramadan, Awal Transformasi Dompet Dhuafa Enterprise

Shiroki Yamashita mengatakan, BPI terus menjalankan komitmennya untuk meningkatkan kualitas hidup kaum nelayan. Yakni, melalui program kemitraan yang disinergikan dengan program Dislutkannak serta masyarakat nelayan setempat.

Hal tersebut bertujuan agar program yang dilakukan dapat tepat sasaran serta berkelanjutan.

”Sinergi BPI dengan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batang untuk mengaplikasikan program normalisasi sungai ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan berkelanjutan bagi para nelayan di wilayah pesisir,” terang Yamashita.

Kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut dari kegiatan pengerukkan lumpur dengan ekskavator yang dilakukan dua bulan lalu untuk menahan laju pendangkalan Muara Kalisono Ujungnegoro. Sebelumnya nelayan cukup kesulitan untuk menambatkan atau mengeluarkan perahu karena adanya pendangkalan, namun setelah ada program tersebut lalu lintas perahu menjadi lebih lancar.

Ia mengharapkan, dengan adanya tambahan berupa mesin penyedot lumpur, program normalisasi sungai bisa bertahan lama, dan memudahkan nelayan untuk menjalankan aktivitas kesehariannya menangkap rebon atau ikan.

”Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga Muara Kalisono yang telah dinormalisasi. Dengan demikian, nelayan bisa lebih mudah melakukan kegiatan harian yang menjadi mata pencahariannya,” ujar Achmad Taufiq.

Perhatian perusahaan terhadap masyarakat pesisir dan warga nelayan Batang tidak dilakukan pada saat ini saja. Sejak 2012 BPI yang secara aktif bekerja sama dengan Dislutkannak Batang, memberikan perhatian serius kepada masyarakat nelayan melalui program CSR lainnya.

Sebut saja seperti pelatihan motivasi wirausaha, keterampilan budidaya, dukungan sarana produksi, pemberian modal bergulir, pembentukan bengkel las, penanaman mangrove, pembuatan apartemen ikan, dan pembentukan kelompok usaha bersama.

Baca juga: Tenaga Muda Produktif

Taat, salah satu tokoh nelayan Ujungnegoro, mengucapkan rasa syukurnya kepada BPI atas bantuan-bantuan yang telah diberikan. ”Dulu sebelum ada program normalisasi Kalisono, kami sangat kesulitan saat melabuhkan atau mengeluarkan perahu untuk mencari ikan atau rebon, tetapi sekarang kami dipermudah. Bahkan untuk perbaikan perahu yang rusak pun lebih cepat karena nelayan juga difasilitasi dengan adanya bengkel las,” ujar nelayan berusia 48 tahun ini.

Dengan adanya program yang diinisiasi BPI sebagai pengelola PLTU Jawa Tengah, diharapkan terus terbangun sinergi yang baik dan diharapkan bisa menjadi mitra yang baik antara nelayan dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan.

Garap PLTU

PT. Bhimasena Power Indonesia merupakan perusahaan join venture yang dibangun oleh tiga konsorsium. Yakni, Electric Power Development Co., Ltd. (“J-Power”), PT. Adaro Power yang seluruhnya adalah dimiliki Adaro Energy, dan Itochu Corporation (“Itochu”).

PLTU Jawa Tengah 2 x 1,000 MW merupakan proyek infrastruktur pertama kerja sama Pemerintah Swasta atau dibangun dengan skema public-private partnership. Proyek ini juga menjadi bagian dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang akan menjadi lokomotif dalam perkembangan ekonomi Jawa.

PLTU Jawa Tengah ini akan menggunakan teknologi terkini yang lebih ramah lingkungan dan efisien, Ultra Super Critical. (ril)