Para Siswa Kalimantan Barat Promosikan Indahnya Aceh

Selama dua pekan lamanya, rombongan siswa kelas IX dari Kalimantan Barat mengikuti pendidikan khusus dalam rangka mengenal Provinsi Aceh lebih dalam. Dari situ, mereka yang tergabung dalam Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) hasil besutan BUMN tersebut, mempromosikan indahnya Bumi Serambi Mekah.

SMN merupakan bagian dari program ”BUMN Hadir untuk Negeri” di manaIndahnya Aceh kegiatan di Aceh ini digelar oleh dua BUMN, yakni Perum Jamkrindo dan PT. Askrindo.

”Kami mengapresiasi program BUMN seperti ini, agar pelajar generasi muda dapat mempromosikan keindahan alam, budaya, potensi ekonomi, dan situasi Aceh terkini yang nyaman dan aman,” ujar Hatta Abdul Haji, pimpinan rombongan siswa saat mengakhiri kunjungan ke Provinsi Aceh di Banda Aceh, Sabtu (2/1).

Menurut guru teladan se-Kalimantan Barat ini, pasca bencana tsunami dan perjanjian damai Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, kondisi Aceh sudah jauh lebih aman dan lebih baik.

Kunjungan rombongan pelajar dari Kalimantan Barat tersebut merupakan bagian dari program SMN, Indonesia Negeri Kebanggaanku. Panitia melepas rombongan terdiri atas 17 orang siswa-siswi itu ke Pontianak. Di waktu yang bersamaan, panitia juga menerima para siswa Kelas XI Sekolah Menengah Umum (SMU) asal Aceh usai berkunjung ke Provinsi DKI Jakarta.

Asisten II Setda Aceh Azhari menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kedua BUMN yang telah memilih Aceh sebagai salah satu daerah kunjungan pada program Siswa Mengenal Nusantara ini. Ia juga atas nama Pemerintah Aceh mengapresiasi Jamkrindo dan Askrindo yang telah memfasilitasi penyeleksian siswa-siswi Aceh untuk mengikuti program ini.

Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S. Anwar mengatakan program ini menjadi bagian dari program besar ”BUMN Hadir untuk Negeri” yang diluncurkan Menteri BUMN Rini Soemarno pada Agustus lalu.

Dikatakan Diding, program ini merupakan wujud nyata program nasional ”Ayo Kerja” sekaligus refleksi dari program nasional Gerakan Revolusi Mental. ”Dalam kegiatan ini generasi muda didorong untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dengan mengenal lebih jauh keanekaragaman budaya dan kekayaan Nusantara sebagai modal kekuatan bangsa bersaing di dunia internasional,” ujarnya melalui pesan singkat.

Selama berada di Aceh, para siswa mengunjungi tiga wilayah, yaitu, Kota Banda Aceh, Kota Sabang dan Takengon. Para siswa nantinya akan mempelajari bidang pendidikan, kebudayaan, potensi wisata dan potensi ekonomi di daerah-daerah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda Aceh menjelaskan, sebagai daerah yang telah menerapkan Syari’at Islam, maka berbagai hal yang berkaitan dengan syari’ah diterapkan di Aceh. Dengan demikian ada perangkat pemerintah seperti dinas atau badan yang tidak terdapat di wilayah lain di Indonesia, contohnya, Dinas Syari’at Islam, Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah serta Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).

Dikatakan sebanyak 26% perekonomian daerah berpenduduk hampir 5 juta jiwa ini, bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan, sedangkan selebihnya pada sektor kelautan dan perikanan.

Para pelajar juga mengunjungi beberapa lokasi wisata Aceh. Di antaranya ke Masjid Raya Baiturrahman. Tugu Nol Kilometer di Sabang dan keindahan bawah lautnya, Danau Laut Tawar, dan agrowisata Aceh. [RI]