Pengusaha Wanita Indonesia adalah Srikandi Luar Biasa

Pengusaha Wanita Indonesia

TANTANGAN terbesar pengusaha adalah banyaknya masalah dan resiko yang akan dihadapi. Butuh mental baja untuk menjadi seorang pengusaha wanita yang sukses. Tak cukup kesiapan diri, namun juga harus punya naluri dan keberanian dalam bertindak dan mengambil keputusan serta mempunyai perencanaan yang terprogram dan tertata rapi.

Itulah yang dimiliki para pengusaha wanita Indonesia. Mereka dinilai merupakan srikandi-srikandi yang luar biasa, karena mereka orang-orang yang mendapat ancaman tetapi mengubahnya menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan dengan baik demi keberhasilan.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam paparannya berjudul ”Peran Pengusaha Dalam Mengatasi Ancaman dan Membangun Bangsa Menuju Bangsa Pemenang” di hadapan ratusan Pengusaha Wanita Indonesia, Kamis (26/5) malam. Pada malam tersebut memang sedang diadakan dialog yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan di The Dharmawangsa, Jalan Brawijaya Raya Nomor 26, Kebayoran Baru Blok M, Jakarta Selatan.

Menurut Gatot, perang ke depan latar belakangnya ekonomi yaitu perebutan pangan, air dan energi. Untuk memenangkan dalam peperangan ekonomi, modal yang harus dimiliki oleh pengusaha wanita Indonesia adalah keberanian dengan dilandasi kebanggaan, identitas dan kepentingan nasional.

”Ideologi Pancasila harus diimplementasikan dalam setiap sisi kehidupan politik, hukum dan terutama ekonomi untuk wujudkan kedaulatan ekonomi Indonesia dan menjadi bangsa pemenang,” tegasnya. ”Saya mengingatkan dan saya mengajak para pengusaha wanita Indonesia.

Mari kita bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai negara agraris, bisa melalui pertanian, perkebunan dan sebagainya, dan pasti pasar akan bergairah serta menjanjikan karena jumlah penduduk kita sangat besar,” lanjut Gatot.

Gatot mengungkapkan bahwa dunia akan kehabisan energi. Dalam 28 tahun ke depan, bisa saja anak dan cucu dari para pengusaha yang ada disini merasakan sulitnya hidup.

”Saya pastikan nanti anak cucu Indonesia ke depannya yang akan menghadapi kondisi serba sulit seperti itu. Pasalnya, banyak cara yang dilakukan negara asing untuk menguasai dan menghabisi kekayaan alam Indonesia, melalui proxy war,” ungkapnya.

Turut hadir pada acara tersebut Menteri Keuangan Bambang PS Brojonegoro, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Asrenum Panglima TNI Laksda Agung Pramono, Aster Panglima TNI Mayjen Wiyarto, Kapuspen TNI Mayjen Tatang Sulaiman, Dirjen Pajak Kemenkeu Ken Dwijugeastiadi. (ncy)