Penolakan LSM atas Investasi Pabrik Semen Munculkan Pro-Kontra

investasi pabrik semen

WAKIL Ketua Persatuan Solidaritas Kepala dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati), Sumarno, dari Kayen Pati Selatan, menyatakan bahwa investasi pabrik semen di Pati mesti diselamatkan. Sejumlah tokoh masyarakat Pati menolak klaim Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) yang menyatakan penolakan warga Pati terhadap investasi di wilayahnya.

Kepentingan sekelompok LSM tidak dapat dipaksakan dan menggagalkan rencana pembangunan ekonomi dan kemajuan masyarakat Pati itu sendiri. ’’Pati membutuhkan perbaikan ekonomi, lewat lahan pekerjaan dan pemasukan daerah dari adanya investasi yang berskala besar di pabrik semen Pati,” kata Sumarno dalam siaran pers yang diterima Release Insider, Jumat (20/5).

Tokoh masyarakat dari Dukuh Ngerang, Desa Tambakromo Karsono juga menyatakan hal yang sama. Ia meminta penolakan yang dilakukan oleh JMPPK tak perlu dijadikan alasan untuk perpecahan.

’’Pertunjukan pihak kontra beberapa tahun terakhir sudah cukup mendewasakan warga Pati. Warga tidak akan mudah diprovokasi oleh mereka,’’ tegas Karsono.

Keinginan kuat wilayah Pati untuk memajukan perekonomiannya sudah menjadi agenda penting Pemerintahan Kabupaten Pati. Bupati Pati Haryanto, menyatakan kebijakan umum dan program pembangunan Pati berorientasi pembangunan yang cukup massif dan terbuka bagi investasi yang menyokong multiplier ekonomi rakyat Pati.

Pembangunan jangka menengah Kabupaten Pati diupayakan untuk mendukung kebijakan pembangunan nasional yang pro poor, pro job, pro growth, dan pro environment. ’’Pemkab akan terus menggenjot kombinasi dari upaya pembangunan infrastruktur dan peranan bipartit dalam meningkatkan perekonomian Kabupaten Pati. Efeknya akan mendongkrak pendapatan daerah dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi Pati,” kata Haryanto beberapa waktu lalu.

Investasi pabrik semen di Pati juga akan memperbaiki ketergantungan Jawa Tengah atas pasokan semen dari dua provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Saat ini kebutuhan semen Jateng untuk pembangunan 58% atau sekitar 4,2 juta ton dipasok dari luar Jateng.

Kabupaten Pati sendiri memiliki potensi SDA berupa bahan baku semen unggul dan cukup untuk dikembangkan. Sarana prasarana pendukung seperti listrik dan pelabuhan di area Pati sendiri dinilai telah memadai. Rencana Tata Ruang dan Wilayah Jawa Tengah dan Kabupaten Pati memungkinkan untuk dilakukannya investasi industri semen, baik dalam konteks penambangan maupun pabriknya.

’’Indocement taat pada asas hukum berlaku. Kami lebih baik bersiap lebih lama dalam memproses persiapan pembangunan pabrik semen agar sesuai benar dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Dirut dari salah satu emiten terbesar di pasar modal Indonesia ini.

Secara khusus ia menjelaskan bahwa upaya investasi semen yang dilakukan Indocement di Pati dan tiga pabriknya yang lain adalah investasi yang sangat proper dan diawasi ketat Pemerintah.(inx)