Pertemuan Raja Salman dan Jokowi Hasilkan 11 Kesepakatan

11 Kesepakatan
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud saat baru mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (1/3). (Foto: IST)

Release Insider | PERTEMUAN Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, menghasilkan 11 kesepakatan. Yang menggembirakan, 11 kesepakatan tersebut langsung ditandatangani oleh kedua pemimpin negara tersebut.

Indonesia dalam pertemuan tersebut menganggap bahwa Arab Saudi merupakan salah satu mitra penting di kawasan Timur Tengah. Indonesia pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung visi 2030 Arab Saudi melalui berbagai skema kerja sama yang dilakukan.

’’Saya yakin Indonesia dapat menjadi mitra yang strategis dalam upaya mencapai visi 2030 Arab Saudi melalui kerja sama ekonomi yang erat sebagai sesama negara Muslim,” ujar Presiden Joko Widodo mengawali pertemuan bilateral kedua negara, Rabu (1/3).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan pers usai pertemuan tersebut, menerangkan, Presiden secara khusus mengapresiasi pemerintah Arab Saudi terkait pengembalian kuota haji normal Indonesia sebesar 211 ribu jamaah. Jumlah tersebut belum termasuk penambahan kembali sebesar 10 ribu jamaah untuk tahun 2017 hingga berjumlah total 221 ribu jamaah.

’’Di samping itu, Presiden juga menitipkan warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi dan telah memberikan kontribusi dalam pembangunan di Arab Saudi agar mendapatkan pengayoman dan perlindungan dari yang mulia Raja Salman,” ujar Retno menambahkan.

Baca juga: Raja Arab Lirik Investasi Pariwisata di Mandalika Lombok

Peningkatan perdagangan antarkedua negara tentunya menjadi topik pembahasan tersendiri. Presiden Joko Widodo mengajak Raja Salman untuk menghilangkan hambatan perdagangan di antara kedua negara.

’’Indonesia mengharapkan pemberian kemudahan akses pasar bagi produk Indonesia terutama produk halal, perikanan, obat-obatan, alat kesehatan, produk tekstil, serta garmen Indonesia,” ujarnya.

Keikutsertaan Arab Saudi dalam industri kilang Indonesia juga merupakan sebuah kemajuan yang berhasil dicapai. Hal tersebut ditandai dengan ditandatanganinya program Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap antara PT Pertamina dengan Saudi Aramco senilai USD6 miliar.

’’Kedua pemimpin juga membahas beberapa proyek yang ditawarkan oleh Indonesia. Antara lain proyek RDMP di Dumai, Balongan, dan Bontang, pembangunan PLTU Mulut Tambang di Jambi, pembangunan infrastruktur baik pembangunan jalan, water resources, drinking water, dan sanitasi serta perumahan,” ucap Retno.

Dalam hal kerja sama di bidang keamanan, Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian berbagai konflik di seluruh dunia, termasuk di Timur Tengah, secara damai. Kerja sama kedua negara juga dipandang perlu dalam memajukan Islam sebagai agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh semesta.

Selain itu, persoalan Palestina yang merupakan isu global juga dibahas oleh keduanya. Indonesia sendiri mendukung penuh upaya yang terus dilakukan terkait dengan kemerdekaan Palestina.

’’Kemerdekaan Palestina merupakan perjuangan yang harus terus dilakukan,” ucapnya.

Dalam pertemuan bilateral yang kemudian berlanjut dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, sebanyak 11 kesepakatan berhasil dicapai dan ditandatangani.

’’Setelah pertemuan tadi, 11 kesepakatan telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Salah satu dari 11 kesepakatan ditandatangani adalah MoU mengenai The Saudi Fund Contribution to the Financing of Development Project senilai USD 1 miliar,” tutur Retno.

Baca juga: Sewa Kamar Hotel Raja Salman Rp133 Juta

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Nizar Bin Obaid Madani menyampaikan bahwa Raja Salman amat berbahagia untuk dapat berkunjung ke Indonesia. Kunjungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara.

’’Saat Presiden Republik Indonesia menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Yang Mulia Baginda Raja Salman ke Indonesia, pada saat itu pula Baginda Raja Salman menyampaikan rasa bahagianya atas kunjungannya ke Indonesia sebagai sebuah momentum untuk meningkatkan kerja sama dan bilateral antara kedua negara,” ujarnya.

Nizar mengungkapkan bahwa selama pertemuan berlangsung, Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelayanan terbaik yang telah diberikan pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepada seluruh umat Islam dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.

’’Presiden Indonesia dalam pertemuan tersebut juga telah menyampaikan apresiasi kepada Yang Mulia Baginda Raja atas selesainya perluasan Masjidil Haram dan atas pelayanan yang baik yang selama ini diberikan Baginda Raja kepada seluruh umat Islam yang menjalankan ibadah haji dan umrah ke dua kota suci,” ucap Nizar.

Selain itu, kedua pemimpin negara juga telah menyepakati untuk meningkatkan kerja sama khususnya di bidang perdagangan dan investasi terutama di sektor infrastruktur, perumahan dan sektor-sektor lainnya. (aan)