PPJB Lahan Kampus SGU Dibatalkan, Bagaimana Nasib Mahasiswa?

Kampus SGU
Tampak depan kampus Swiss German University (SGU). (Foto: IST)

Release Insider | KASUS pembatalan PPJB oleh pihak PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSD) terhadap PT SGU (Swiss German University), terus berlanjut. Hal tersebut membuat aktivitas kampus SGU yang berlokasi di di Edu Town Kav. II.1, Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang, Banten, ini sedikit terganggu.

Setelah berbagai upaya mediasi tak jua mencapai titik temu, pihak PT BSD sebagai pemilik lahan membawa masalah ini ke ranah hukum. Saat ini, kasusnya tengah diproses di Pengadilan Negeri Tangerang.

Selain itu, PT BSD melakukan pemagaran dan pemasangan papan pengumuman (plang) di sekeliling kampus SGU pada Sabtu (17/12) hingga Minggu (18/12) dinihari.

Menurut Kuasa Hukum PT BSD Reno Hajar, pemagaran dan pemasangan plang tersebut sebagai langkah perusahaan dalam melaksanakan amanat Berita Acara Fitting Out dan Pinjam Pakai yang disepakati bersama pihak PT SGU pada 2010 lalu.

Langkah ini juga dilakukan karena PT SGU dianggap telah mencederai perjanjian PPJB dengan tidak melaksanakan kewajiban pembayaran selama hampir tujuh tahun, terhitung sejak Januari 2011.

’’Pemasangan papan pengumuman dan pemagaran dilakukan di atas lahan bersertifikat milik PT BSD, bukan di atas lahan bersertifikat milik PT BSD yang digunakan oleh PT SGU atau pihak lain,’’ kata Reno Hajar dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Unika Atma Jaya BSD Siap Beroperasi

Kampus SGU
Pemasangan plang di sekitar kampus SGU oleh pihak PT BSD. (Foto: IST)

Ia menjelaskan, PT BSD memutuskan untuk mengakhiri pinjam pakai tanah dan bangunan yang saat ini digunakan untuk kampus SGU. Karena itu, PT BSD melakukan pemasangan papan pengumuman dan pagar terhadap tanah dan bangunan PT BSD, di sekeliling area kampus SGU.

’’Sampai sekarang SGU menunjukkan itikad yang tidak baik dengan cara tidak pernah membayar harga pengikatan seperti yang tercantum di dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan SGU – Edutown di BSD City (PPJB). Bahkan PT BSD pun sudah berulangkali memperingatkan SGU terhadap hal ini akan tetapi tidak diindahkan juga,’’ tuturnya.

Aksi pemagaran dan pemasangan plang tersebut, membuat pihak kampus SGU kecewa. Rektor SGU Feliana Santoso, menegaskan, pihaknya tetap akan memprioritaskan proses belajar mengajar sehingga bisa tetap berjalan dengan baik, meski kampus mereka sudah ditutup.

’’Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan yayasan dan pejabat universitas. Prioritas pertama dan utama adalah kelangsungan proses belajar dan mengajar bagi mahasiswa,” ujar Feliana dalam jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (19/12).

Baca juga: Tol Serpong-Balaraja Mulai Dibangun

Feliana menjelaskan, SGU sudah menyusun action plan agar para mahasiswanya bisa memperoleh hak mereka untuk dapat belajar. Bahkan, pihaknya sudah membentuk tim untuk mencari lahan untuk pengembangan kampus. Ini sekaligus untuk membantah isu yang menyebutkan bahwa kampus SGU akan pindah ke Bogor.

’’SGU tidak pindah ke Bogor, namun tetap di area sekitar. Kami akan sewa tempat yang layak dan mumpuni untuk kegiatan operasional SGU,” ujarnya.

Terombang-ambing

Terlepas dari kasus ini, ada pihak yang sangat dirugikan: mahasiswa. Karena itu, selama masalahnya belum selesai, kampus SGU diimbau untuk menyetop penerimaan mahasiswa baru. Sebab, nasib mahasiswa yang ada sekarang saja masih terombang-ambing.

Seperti yang pernah diungkapkan pengamat pendidikan Retno Listiorini beberapa waktu lalu. Ia mewanti-wanti agar kelanjutan pendidikan mahasiswa diselamatkan.

’’Jangan digantung. Harus ada tindakan tegas agar kelanjutan pendidikan anak-anak itu terselamatkan. Misalnya memindahkan mahasiswa ke universitas yang selevel agar bisa wisuda. Nasib pegawai dan dosen juga harus diperhatikan,” katanya.

Senada dengannya, Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya, menegaskan agar dalam kasus ini jangan sampai mahasiswa dirugikan. ’’Proses belajar mengajar yang menjadi hak mahasiswa jangan sampai terganggu. Termasuk hak mahasiswa yang telah menyelesaikan program studi,’’ ujar Politisi Partai Demokrat itu menegaskan. (inx)