Sepanjang 2016, Program Sejuta Rumah Capai 805.169 Unit

Program Sejuta Rumah
Ilustrasi (Foto: IST)

Release Insider | REALISASI program sejuta rumah pada 2016 mencapai 805.169 unit. Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 100 unit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 669.770 unit.

Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, untuk pembangunan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) mencapai angka 569.382 unit. Sedangkan rumah non MBR terbangun sebanyak 235.787 unit rumah.

”Setiap tahun capaian program sejuta rumah terus meningkat. Jika pada 2015 lalu capaiannya hanya sekitar 699.770 unit, maka tahun ini pembangunan rumah mengalami peningkatan sekitar 100.000 unit menjadi 805.169 unit,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Baca juga: Perumahan Layak Huni Jamin Masa Depan Habitat Manusia

Sepanjang 2016, Kementerian PUPR memang tetap melaksanakan program sejuta rumah untuk mengatasi kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan di Indonesia. Dalam program sejuta rumah pada 2016, target peruntukan pembangunan rumah di bagi menjadi dua.

Pertama, peruntukan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 700.000 unit. Lalu, sisanya 300.000 unit untuk non MBR.

Syarif Burhanuddin menyatakan, untuk mendorong pelaksanaan program ini, pihaknya menggandeng berbagai pemangku kepentingan bidang perumahan. Sebut saja seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pengembang, perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR), perbankan, dan masyarakat.

Pada program sejuta rumah ini, pemerintah melalui Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR juga berhasil membangun sebanyak 111.796 unit rumah bagi MBR. Perumahan tersebut terdiri dari rumah susun sewa (Rusunawa) sebanyak 7.860 unit, rumah khusus 6.048 unit, rumah swadaya sejumlah 97.888 unit (pembangunan rumah baru 1.007, dan peningkatan kualitas rumah 96.881 unit).

Data pembangunan rumah dari kementerian/lembaga sebanyak 16.923 unit, pemda 120.180 unit, pengembang perumahan sebanyak 265.747 unit terdiri dari skema subsidi KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (42.017 unit) KPR Syariah (7.311 unit), subsidi selisih bunga (SSB) sebanyak 111.358 unit, dan kredit konstruksi 105.061 unit.

Pembangunan rumah melalui fasilitas pembiayaan lainnya sebanyak 21.830 unit. Sementara dari CSR perusahaan 320 unit, dan masyarakat 32.586 unit rumah.

Baca juga: BTN Siapkan 10 Rumah Kreatif

Adapun pembangunan rumah untuk non MBR sejumlah 235.787 unit berasal dari pembangunan rumah oleh pengembang sebanyak 12.332 unit, masyarakat non MBR 10.000 unit, non subsidi komersial 80.235 unit, non subsidi syariah 3.972 unit dan kredit konstruksi 129.248 unit.

Data pembangunan rumah selama tahun 2016 tersebut berasal dari Kementerian PUPR yang merupakan data progress yang sudah terkontrak, data dari Kementerian Sosial, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta data rencana alokasi APBD Penyediaan Perumahan dari Pemerintah Daerah.

”Kami berterimakasih atas dukungan dari para pemangku kepentingan bidang perumahan seperti K/L, Pemda, pengembang rumah subsidi maupun komersial, perusahaan yang telah menyalurkan CSR perumahan, perbankan serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya program sejuta rumah di Indonesia,” ucapnya. (ant)