Saka Energi Temukan Cadangan Gas 500 Miliar Kaki Kubik

Saka Energi - Cadangan Gas
pixabay.com

Sebagai perusahaan yang berada di bawah naungan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk (Persero), PT Saka Energi Indonesia berhasil menemukan cadangan gas dengan perkiraan awal lebih dari 500 miliar kaki kubik di wilayah kerja South Sesulu, lepas pantai Kalimatan Timur.

Direktur Utama Saka Energi Indonesia Firman Ardini Yaman mengatakan, temuan gas tersebut diperoleh dari hasil pemboran sumur eksplorasi pertamanya yakni SIS-A#1 pada 23 Desember 2014 dengan menggunakan Rowan Gorilla II rig. Pada saat pemboran mencapai kedalaman 2.880 meter pada 23 Februari 2015 lalu, ditemukan gas di sana.

“Sebagai tindak lanjut dari hasil pemboran di sumur eksplorasi pertama tersebut, kami akan bor di sumur-sumur berikutnya,” kata Firman. Sumur kedua yang akan dibor berlokasi sekitar 1,5 kilometer ke arah barat dari sumur pertama.

Firman menambahkan, dari hasil pemboran pada sumur-sumur berikutnya, akan didapat data yang selanjutnya dianalisa untuk mengakses kemungkinan adanya cadangan baru gas maupun minyak di wilayah kerja South Sesulu tersebut.

Hingga saat ini, Saka sudah memproduksi gas bumi maupun minyak bumi dari beberapa lapangan migas. “Produksi kami saat ini baik gas bumi maupun minyak bumi sebesar 23.000 barel oil equivalen per day (BOEPD),” kata Firman. Gas bumi dan minyak bumi itu berasal antara lain dari Blok Pangkah Madura, Jawa Timur; Blok South East Sumatera dan Lapangan Gas Fasken di Texas, Amerika. Di Blok Pangkah Madura, Saka menguasai 100 persen, sedangkan di Blok South East Sumatera menguasai 8,9 persen dan di Fasken memiliki 36 persen.

Terkait lapangan gas Fasken, Firman menjelaskan bahwa pada saat Saka Energi Indonesia masuk pada Juli 2014, produksi gas dari lapangan tersebut sebesar 70 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). “Saat ini rata-rata produksi sebesar 120 MMSCFD,” kata Firman. Pada minggu ketiga Maret, produksi sempat menyentuh 147 MMSCFD. Tahun ini ditergatkan produksi mencapai 190 MMSCFD.

Di luar lapangan migas yang sudah berproduksi itu Saka Energi juga memiliki participating interest di berbagai Blok Migas. Kepemilikan Saka Energi itu adalah 20 persen di Blok Ketapang, perairan utara Madura, Jawa Timur; 30 persen di Blok Bangkanai, Kalimantan Tengah, 11,66 persen di Blok Muara Bakau; 30 persen di Blok West Bangkanai, Kalimantan Tengah dan 20 persen di Blok Muriah, perairan utara Madura, Jawa Timur. (ncy)