Sebanyak 618 Jemaah Umrah First Travel Akhirnya Berangkat ke Tanah suci

Jemaah Umrah First Travel
Presiden Direktur First Travel Andika Surachman (tengah) berfoto bersama ratusan jemaah umrah yang akan berangkat ke Tanah suci menggunakan pesawat Saudi Airlines. (Foto: IST)

Release Insider | SEBANYAK 618 jemaah umrah First Travel akhirnya berangkat ke Tanah Suci. Keberangkatan para jemaah umrah First Travel ini sempat tertunda karena sulitnya mendapatkan visa.

Para jemaah umrah First Travel ini diberangkatkan dengan menggunakan pesawat sewaan dari Saudi Airlines. Berangkatnya 618 jemaah umrah ini sekaligus menepis berita negatif yang kadung beredar terkait tertundanya jadwal keberangkatan mereka.

”Fokus kami adalah bagaimana para jemaah bisa berangkat dan melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. Alhamdulillah, semua sangat proaktif sehingga kita dapat terus berkoordinasi. Jadi saling mendukung,” kata Andhika saat pelepasan keberangkatan 618 jemaah umrah, di Swiss Belhotel, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (1/5).

Keberangkatan jemaah umrah First Travel ini dibagi menjadi tiga kloter. Yang pertama berangkat pukul 11.00 WIB sebanyak 200 jemaah, lalu pada pukul 16.00 WIB sebanyaj 200 jamaah, dan pukul 20.00 WIB sebanyak 218 jemaah.

”Jemaah umrah yang berangkat, berasal dari semua daerah. Untuk jemaah yang tidak ikut di pesawat carter, akan kami berangkatkan pada Oktober hingga Desember 2017,” ujar Andhika melanjutkan.

Baca juga: First Travel Tegaskan Akan Berangkatkan Seluruh Jemaah Umrah

Andhika menyatakan, berbagai masalah yang dihadapi First Travel saat ini, banyak memberikan hikmah dan pembelajaran. Bukan hanya untuk First Travel, namun juga pada semua entitas terkait umrah.

”Kami akan memberangkatkan semua jemaah umrah First Travel secara bertahap. Sebab, kami tidak bisa carter pesawat banyak sekaligus sesuai kebijakan yang ada,” kata Andhika menegaskan.

Menutup acara, Andhika kembali mengingatkan bahwa tidak akan ada jemaah yang gagal berangkat, hanya tertunda. Jadi, Andhika meminta para jemaah untuk tetap tenang dan tidak termakan isu-isu yang berkembang di luar.

Menjawab keresahan

Sebelumnya, beredar pemberitaan miring akibat tertundanya ratusan jemaah First Travel untuk berangkat umrah. Mereka cukup resah karena tidak mendapat kepastian soal jadwal keberangkatan.

Hal ini pun ditepis oleh Andika. Menurutnya, penundaan keberangkatan para jemaah umrah First Travel bukan karena faktor kesengajaan.

Baca juga: Ibadah Umrah Bayar Belakangan, Mau?

Sulitnya membuat visa, menjadi penyebab utama dari ”molornya” jadwal keberangkatan jemaah umrah. Di sisi lain, pihak First Travel tidak memiliki akses untuk mempercepat prosesnya.

Walau begitu, Andika meminta para jemaah tenang, dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang beredar. Bagaimanapun, pihaknya berkomitmen untuk tetap memberangkatkan para jemaah.

”Saya ingin sampaikan kepada seluruh jemaah First Travel di seluruh Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan jangan sampai terprovokasi oleh pemberitaan yang ada,” kata Andika saat menggelar konferensi pers klarifikasi persoalan tersebut di Jakarta, Sabtu (22/4).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, mengungkapkan, sudah tujuh tahun pihaknya memberangkatkan jemaah umrah.

”Ini tahun kedelapan. Penundaan bukan berarti gagal berangkat. Penundaan itu terjadi sejak akhir Maret 2017, karena terkendala proses yang namanya mova atau visa,” ujar Anniesa, menjelaskan. (aan)