Melihat Serunya Atraksi Perang Air Jelang Imlek di Riau

Perang Air
Atraksi perang air dalam menyambut Imlek sudah menjadi kegiatan tahunan di Kota Selatpanjang, Meranti, Riau. (Foto: Kemenpar for Release Insider)

Release Insider | PERANG air atau yang dikenal dengan sebutan Cian Cui, akan digelar di Riau dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Tradisi perang air di Kota Selatpanjang ini, dari tahun ke tahun terus menjadi sorotan warga etnis Tionghoa dari belahan dunia. Yuk, intip keseruannya!

Setiap tahun, ribuan warga Tionghoa dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, bahkan Republik Rakyat China, berkumpul di Kota Selatpanjang. Mereka menghabiskan waktu untuk mengikuti tradisi unik yang hanya ada di kota yang dijuluki kota Sagu tersebut.

Perang air merupakan sebuah tradisi masyarakat Tionghoa yang sudah lama dikembangkan. Selain dipopulerkan di Selatpanjang, juga dilaksanakan oleh negara ASEAN lainnya, yakni Thailand. Tradisi ini berlangsung selama enam hari terhitung sejak Imlek hari pertama. Ternyata, tradisi ini mengalahkan tradisi perang air di Thailand yang disebut Songkran.

Apa itu perang air? Meski disebut perang, namun kegiatan ini lebih mengarah pada pesta yang penuh dengan kegembiraan. Penduduk kota akan saling menyiramkan air ke satu sama lain di sepanjang jalan.

Semua orang tua dan muda, mempersenjatai diri dengan bom air dalam kantung plastik, ember, gayung, dan aneka jenis pistol air. Mereka melawan peserta yang ada di becak motor lain, dan peserta yang menunggu di pinggir jalan. Ada ratusan becak motor yang terlibat dalam perang air ini.

Baca juga: Nias, Surga Bahari yang Belum Tereksplor Maksimal

Di Kabupaten Kepulauan Meranti, 40 persen penduduknya adalah etnis Tionghoa. Mereka dan etnis Melayu berbaur dalam suasana yang akrab. Kebanyakan warga Melayu tidak naik becak motor tapi menyerang dari pinggir jalan, atau menjual amunisi kantong berisi air yang sudah dibungkus plastik.

Nah, tahun ini, atraksi yang diberti titel Festival Perang Air akan digelar pada 28 Januari 2017. Menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Ismail Arsyad, perhelatan tersebut akan dibuka langsung oleh Gubernur Riau Asryadjuliandi Rachman.

”Agenda ini telah masuk sebagai salah satu event yang tercatat didalam Calendar of Event Riau 2017,” ujar Ismail.

Ismail juga mengatakan, perhelatan ini merupakan salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) di Riau. Sebab, tak hanya warga Tionghoa di daerah, dari luar negeri pun banyak yang ikut memeriahkannya.

Baca juga: Make Over Toba, Mampukah Saingi Bali?

’’Segala persiapan sudah kita laksanakan dengan baik. Terima kasih juga kepada pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang memastikan hadir ke acara ini. Kami sangat membutuhkan kehadiran tim Kemenpar agar bisa merekam data festival perang air tersebut, mulai dari awal acara hingga akhir,” ujar Ismail.

Penyelenggaraan Festival Perang Air di Kota Sagu, Selatpanjang, kali ini diprakasai oleh Pemkab Kepulauan Meranti bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau. Ismail mengharapkan, di kemudian hari agenda yang sudah berlangsung puluhan tahun itu dapat dipromosikan ke setiap provinsi yang ada di Indonesia dan dunia international untuk menarik minat wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

’’Rundown acara sudah kami persiapkan. Semoga Kabupaten Meranti Riau makin dikenal, baik nasional maupun dunia. Sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk berkunjung melihat keunikan dan keanekaragaman adat budaya di kabupaten ini,” ujarnya. (inx)