Solo Great Sale 2017 Tawarkan Diskon Hingga 80 Persen

Solo Great Sale
Ilustrasi (Foto: IST)

Release Insider | BAGI yang gemar belanja, sebaiknya tidak melewatkan ajang Solo Great Sale (SGS) 2017. Pesta belanja di Kota Budaya tersebut menawarkan diskon hingga 80 persen. Asyik, kan?

Selain menawarkan diskon gila-gilaan, Solo Great Sale 2017 juga akan berlangsung selama satu bulan penuh. Yakni, pada 1-28 Februari 2017. Jadi, bagi Anda yang berniat berburu diskon, punya waktu yang cukup panjang.

Pesta diskon di Solo tersebut sudah memasuki tahun ketiga. Solo Great Sale 2017 yang mengusung tema ’’Ceria Bersama Pesona Belanja Kota Budaya’’ ini akan hadir di seluruh pusat perdagangan dan perbelanjaan, hotel dan restoran, pertokoan, serta outlet bisnis lainnya yang ada di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Baca juga: Bandara Internasional Belitung Diresmikan

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memproyeksikan, transaksi yang dihasilkan selama ajang Solo Great Sale 2017 bisa mencapai Rp200 miliar, atau naik 30 persen dari capaian tahun lalu sebesar Rp125 miliar.

’’Wisatawan yang datang ditargetkan 250.000 orang, dan yang menginap di hotel 150.000 orang. Jadi, even ini betul-betul akan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal di Solo,’’ kata Arief Yahya saat meluncurkan Solo Great Sale dan Calendar Event Solo 2017 di Jakarta, Senin (16/1) malam.

Solo Great Sale
Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat meluncurkan Solo Great Sale 2017 di Gedung Kementerian Pariwisata, Senin (16/1) malam. (Foto: Kemenpar for Release Insider)

Lebih jauh, Menpar Arief Yahya menjelaskan, keterlibatan 1.500 tenant dalam kegiatan SGS 2017 menunjukan kekompakan seluruh stakeholder Kota Solo dalam melakukan BAS (Branding/PR-ing, Advertising, dan Selling). Terutama untuk kegiatan selling di mana peran pelaku usaha lebih besar, sedang pemerintah memberikan pendukungan atau fasilitator.

’’Biasanya bila Januari bertepatan dengan musim liburan hari raya Imlek akan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Selanjutnya pada Februari akan terjadi penurunan kunjungan wisman. Bulan tersebut kemungkinan akan low season sehingga perlu upaya kreatif antara lain menggelar even menarik seperti penyelenggaraan SGS 2017 yang masuk sebagai kalender pariwisata nasional,” Arief Yahya.

Baca juga: Kemenpar Siapkan Tiga Program Prioritas

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan bahwa SGS 2017 ini merupakan upaya untuk menggerakan perekomian masyarakat maupun dunia usaha. Di antaranya; perbankan, hotel, properti, maskapai penerbangan, kereta api, dealer mobil dan motor, bengkel, restaurant, travel agent, jasa transportasi, pertokoan, toko elektronik, butik, distro, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, komunitas sentra-sentra industri, klinik kecantikan, spa dan salon kecantikan, serta semua perusahaan produk barang maupun jasa di wilayah Solo Raya.

’’Ini sekaligus komitmen Pemkot Surakarta dan KADIN Kota Surakarta dalam memperkuat branding dan mendorong iklim bisnis dan investasi yang kondusif bagi pelaku usaha di Surakarta. Apalagi bila melihat siklus pergerakan ekonomi dan bisnis yang terjadi di bulan Februari, hampir seluruh sektor usaha mengalami perlambatan. Karenanya, diperlukan stimulasi kegiatan promosi efektif yang mampu lebih menggeliatkan ekonomi,” kata FX Hadi Rudyatmo.

SGS 2017 akan berintegrasi dengan berbagai kegiatan lain di Kota Solo. Seperti Solo Imlek Festival (Chinese Traditional & Cullinary and Flying Lampion), Haul Habib Ali Bin Muhammad al Habsyi, Grebeg Sudiro (sedekah bumi, grebeg & kembang api), Festival Jenang; Hari Jadi Kota Solo, Pameran Produk UKM; Festival seni budaya; Solo Fashion Paradise; Otomotif & Realestate Expo; Solo Karnaval; kreativitas tenant; dan hiburan lainnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan even SGS dalam dua tahun terakhir menghasilkan kenaikan omzet yang siginifikan. Penyelengaraan SGS tahun 2015 yang diikuti 571 tenant menghasilkan omzet Rp80 miliar, SGS 2016 diikuti 1.206 tenant mengasilkan omzet Rp161 miliar, sedangkan SGS 2017 yang akan diikuti 1.500 tenant ditargetkan menghasilkan omzet Rp200 miliar. (ncy)