Tahun Depan BBTF Harus Menjadi International Travel Mart

International Travel Mart

MENTERI Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, tahun depan pelaksanaan Bali Beyond Travel Fair (BBTF) harus menjadi International Travel Mart. Hal tersebut diungkapkan Arief pada acara launching BBTF di Kementrian Pariwisata, Selasa (10/5).

Menurut Arief, event yang tahun ini akan berlangsung pada 22-26 Juni 2016 ini banyak diminati buyers internasional. BBTF 2016 diharapkan mampu menjaring 550 ribu pengunjung.

’’Event ini banyak diminati buyers internasional untuk berbelanja paket wisata yang ada di Bali dan destinasi wisata di kawasan Indonesia Timur, Bali Beyond dan total kunjungan wisman ke Indonesia sekitar 40 persen masuk melalui Bali,” papar Arief yang sekaligus mengungkapkan dukungannya pada pelaksanaan BBTF 2016 dengan menjadi main sponsor kegiatan tersebut.

BBTF 2016 yang mengusung tema Where The World Comes to Meet juga menargetkan 275 potential buyers, dimana di antaranya adalah 90 platinum buyers dan media. Nilai transaksi yang ditargetkan adalah Rp 9,3 triliun. Naik 43 persen dari tahun kemarin sebesar Rp 5,2 triliun.

’’BBTF diharapkan mampu menyaingi potensi transaksi seperti di ITB Berlin, dimana, tahun 2016 potensi transaksi yang kita dapat adalah Rp 6,5 triliun, naik sekitar 54 persen dari tahun 2015,” kata Arief.

Tingginya kenaikan ini disebabkan naiknya jumlah buyers dan pilihan destinasi yang ditawarkan karena adanya program Post Tour ke destinasi beyond bali. Post Tour meliputi Tana Toraja, Banyuwangi, Gili Trawangan dan Komodo.

Pada perhelatan kali ketiga ini, BBTF akan lebih fokus pada tiga produk wisata unggulan Indonesia, yaitu Leisure, MICE serta Wisata Minat Khusus. Pemetaan minat khusus meliputi wedding & anniversary, spa & wellness, sport & adventure, healing & medical tourism, event organizer/PEO, tours operators, religious tourism, dan halal tourism.

Ketua ASITA Bali sekaligus ketua pelaksana BBTF 2016, Ketut Ardane menyatakan, hingga hari ini, sudah terdaftar 309 buyers dari 43 negara, jauh melebihi target semula yaitu 275 buyers. “Animo buyers sangat besar, seperti Australia yang diwakili oleh 17 operator dan India yang terbanyak yaitu 77 operator,” kata Ketut. (*)