Tata Kelola Guru Madrasah Akan Ditingkatkan

Kementerian Agama Jawa Timur bersama USAID PRIORITAS melakukan analisis data terkait jumlah siswa rombel di madrasah-madrasah.

Hasil analisis dipaparkan dalam lokakarya tata kelola guru madrasah di Jakarta, Jumat (3/6). Dari hasil analisis diketahui ternyata banyak madrasah kecil dengan rasio jumlah siswa terhadap rombel di bawah setengah dari SPM (standar pelayanan minimum) yang ditetapkan.

Guru MTs pada semua mata pelajaran utama juga melebihi kebutuhan. Banyaknya rombel dengan siswa sedikit berakibat pada pemenuhan ruang kelas dan ketersediaan guru yang masih sangat kurang. Guru kelas dan guru mata pelajaran agama mendominasi mismatch guru yang sudah bersertifikasi namun dalam proses pembelajaran tidak mengampu sesuai dengan sertifikat pendidiknya.

”Kami akan menguatkan layanan KKG/MGMP (kelompok kerja guru/musyawarah guru mata pelajaran) dan KKM (kelompok kerja untuk program guru pembelajar melalui optimalisasi kelembagaan madrasah di tingkat kecamatan,” kata Haniah MPd, yang mewakili Kemenag Provinsi Jawa Timur dalam paparannya di acara tersebut.

”Untuk itu kami mengusulkan perlunya penguatan layanan madrasah di tingkat kecamatan dengan mengoptimasi peran KUA dengan menambah struktur pelayanan pendidikan madrasah atau memfasilitasi pembentukan struktur baru yang memiliki kewenangan lebih di tingkat kecamatan, seperti UPTD Pendidikan atau semacamnya,” lanjutnya.

Program tata kelola guru madrasah ini memang difokuskan pada penataan dan pemerataan guru madrasah (PPGM) serta pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) atau guru pembelajar. Provinsi Jawa Timur dipilih sebagai daerah rintisan untuk implementasi program ini.

”Pertemuan hari ini (Jumat, red) untuk mempertajam rumusan kebijakan tata kelola guru madrasah yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan, khususnya berkaitan dengan perbedaan kondisi madrasah menurut kabupaten/kota. Termasuk merencanakan diseminasi tata kelola guru madrasah di provinsi lainnya,” kata Dr Mark Heyward, penasehat tata kelola dan manajemen pendidikan USAID PRIORITAS di sela-sela acara.

Melalui program tata kelola guru madrasah, kemenag akan menata pemerataan distribusi guru untuk memastikan ketersediaan guru profesional yang merata di setiap madrasah. Disamping itu juga memberi kesempatan kepada guru untuk melakukan pengembangan kompetensi yang dilaksanakan secara bertahap, berkelanjutan dan sesuai kebutuhan guru madrasah untuk meningkatkan profesionalitasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah Kemenag Prof Dr Mochammad Isom menyebut, kerja sama kemenag dan USAID PRIORITAS ini sangat membantu memetakan penataan dan pemerataan distribusi guru dan meningkatkan kompetensi guru madrasah.

”Kita akan mengawali penerapan tata kelola guru madrasah ini di Jawa Timur. Kita akan kloning ke provinsi lainnya,” tukas Isom. Dia juga menyetujui rencana memanfaatkan KUA di tingkat kecamatan untuk penguatan layanan pendidikan madrasah dan akan dikoordinasikan dengan direktorat terkait di kemenag.

USAID PRIORITAS membantu memetakan kebutuhan guru di madrasah yang sesuai dengan kualifikasi akademik, sertifikasi profesional guru, rasio jumlah guru dan siswa, kebutuhan guru di madrasah, serta meningkatkan layanan madrasah berbasis kecamatan, khusus bagi kecamatan yang jumlah madrasahnya besar, yaitu di atas 70 madrasah. Hal ini untuk memastikan adanya efisiensi dan efektivitas kecukupan guru di madrasah. Termasuk, membantu merumuskan peta kebutuhan program pelatihan guru madrasah yang relevan dari sisi jenis, materi dan biaya pelatihan yang diperlukan berdasarkan data kebutuhan pelatihan individu guru madrasah. (ncy)