Trade Mall, Prospek Bisnis Properti yang cukup Menjanjikan

Bisnis Properti
Thamrin City merupakan salah satu trade mall di bawah naungan Agung Podomoro Group. (Foto: IST)

Release Insider | PROSPEK bisnis properti pada 2017 sepertinya masih akan menjadi ”raja” dibanding sektor lain. Sebab, tak ada istilah rugi dalam bisnis properti meski kondisi perekonomian sedang ”sakit” sekalipun.

Kebutuhan akan properti pun tak pernah surut. Mulai dari rumah tinggal, perkantoran, hingga trade mall (TM).

Seperti diungkapkan pengamat sekaligus pelaku bisnis properti Matius Jusuf. Menurutnya, memilih investasi di bisnis properti tidak akan pernah rugi asalkan mempertimbangkan lokasi dan kredibilitas pengembangnya.

”Yang penting tenant harus benar-benar menyeleksi lokasi serta kredibilitas pengembang atau pengelolanya,” kata Matias dalam acara ”Kongkow Akhir Tahun dan Prospek Bisnis 2017” yang digelar Agung Podomoro Group (APG) di Sun City Restaurant, TM LTC Glodok, Jakarta, Selasa (13/12).

Acara tersebut diikuti para tenant yang memiliki produk properti di sejumlah trade mall naungan Agung Podomoro Group. Dalam kesempatan tersebut, APG juga menawarkan beberapa kios dan toko di berbagai lokasi TM dengan harga khusus.

Salah satu prospek bisnis properti 2017 adalah TM Harco Glodok yang akan dilaunching pertengahan 2017. Saat ini, TM Harco Glodok sedang dalam proses finishing construction.

”Siapa yang tak kenal dengan Harco Glodok. Dengan nama besar dan lokasinya menjadi jaminan tersendiri untuk bisnis properti. Sebaiknya miliki sekarang, jangan beli dari secondary market biasanya sudah mahal. Jangan sampai menyesal, karena terlambat memanfaatkan momentum ini,” ujar Matius menyinggung tentang TM Harco Glodok.

AVP Marketing Trade Mall Agung Podomoro, Ho Mely Suryani, mengatakan, pihaknya mengajak tenant yang selama ini loyal terhadap produk Agung Podomoro untuk mencermati prospek bisnis properti tahun 2017 pasca MEA dan Tax Amnesty. Kami juga berbagi tentang keunggulan proyek-proyek Trade Mall,” katanya.

Baca juga: Strategi Bisnis 2017 Fokus pada Investasi

Mely menambahkan, selain proyek baru TM Harco Glodok, pada 2017 berbagai TM lainnya juga masih memiliki space yang dijual atau disewakan.

”Untuk TM Harco Glodok dan TM lainnya, kami menawarkan ke investor dan tenant dengan memberikan rental guarantee selain harga khusus. Kami yakin buka usaha di Trade Mall pasti menguntungkan” jelas Mely.

Untuk TM Blok B Tanah Abang, gudang yang berada di P11 juga masih ditawarkan. TM Blok B Tanah Abang merupakan pusat grosir dan tekstil yang telah melegenda dan terbesar di Asia Tenggara.

Pusat Grosir ini bahkan sudah dikenal ke sampai ke Afrika dan Timur Tengah dengan traffic pengunjung mencapai sekitar 200.000 orang/hari saat menjelang lebaran.

Selain itu, TM Thamrin City yang dikenal sebagai surganya batik, menawarkan ruang usaha untuk kuliner dan kios. TM Thamrin City menjadi lokasi yang banyak dipilih untuk usaha, karena lokasinya hanya 100 meter dari Bundaran Hotel Indonesia yang menjadi ikon Jakarta maupun Indonesia.

Lokasi lainnya yang masih tersedia ada di TM Kenari Mas yang berlokasi di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Pusat perbelanjaan yang identik dengan perlengkapan alat-alat elektrikal baik skala kecil dan skala besar tersebut kini tengah berkembang pesat setelah dikelola Agung Podomoro Group. Selain menjadi pusat grosir alat-alat listrik dan lampu, TM ini menjadi pusat penjualan alat-alat rumah tangga dan kitchen ware yang modern dan bermerek.

Beralih ke wilayah Jakarta Barat, APG juga menawarkan harga khusus untuk kios dan toko di TM Seasons City, Latumenten. Selain di Jakarta, TM Agung Podomoro juga mengembangkan sayapnya di kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

”Lokasinya berada di kawasan superblok Borneo City Balikpapan. Kami berharap, TM Plaza Balikpapan ini akan menjadi pusat bisnis grosir di Kalimantan,” ujar Mely.

Rilis e-commerce

Menyambut 2017, TM Agung Podomoro juga membuat gebrakan baru untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Yakni, dengan merilis e-commerce yang di dalamnya berisi barang-barang dari tenant yang tergabung di TM Agung Podomoro.

Menurut Mely, e-commerce ditujukan agar barang-barang dari tenant TM Agung Podomoro tidak hanya dijual secara konvensional.

”E-commerce ini tidak menjual barang milik sendiri seperti e-commerce yang selama ini sudah ada, tetapi akan menjajakan barang dagangan yang dimiliki tenant-tenant yang tergabung di TM Podomoro. Sehingga, nantinya tenant kami tidak hanya berdagang secara konvensional saja, melainkan secara online,” ujarnya.

Baca juga: Riverview Residence, Solusi Hunian Modern di Jababeka

Saat ini, ada 30.000 tenant yang tergabung dalam 10 TM Podomoro. Untuk tahap awal, e-commerce ini akan ditawarkan pada tenant-tenant yang ada di tiga trade mall di Jakarta, yaitu TM LTC Glodok, TM Kenari Mas, dan TM Harco Glodok.

”E-commerce ini akan menjual peralatan dan barang-barang elektronik. Nantinya akan berkembang ke arah yang lebih spesifik seperti batik atau pakaian muslim,” ucap Mely menambahkan.

Sekitar 1.000 tenant diharapkan akan bergabung di tahap awal pendirian start-up. Rencananya, launching akan dilakukan pada semester dua 2017.

Untuk memuluskan program ini, TM Agung Podomoro menjalin kerjasama dengan konsultan IT dan pakar e-commerce Ken Dean Lawadinata, yang sebelumnya dikenal sebagai CEO e-commerce terbesar di Indonesia, Kaskus.

Konsep trade mall berbeda dengan mall yang lebih fokus menjual barang-barang branded terkenal. Trade mall berbasis pada kumpulan kios-kios usaha kecil menengah (UKM) yang menawarkan berbagai macam kualitas barang.

Dengan demikian, kehadiran e-commerce ini diharapkan dapat semakin memperluas pangsa pasar UKM dari para tenant TM Podomoro.

”Untuk sukses berbisnis online, pedagang juga harus punya sarana offline (outlet). Kalau sudah punya sarana offline, maka bisnis online akan lebih mudah dijalankan,” ujar Mely. (ncy)