Yuk! Siapkan Karyamu untuk APWI 2018

APWI
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menyerahkan hadiah pada salah seorang pemenang lompba APWI 2017 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (11/12). (Foto: IST)

Release Insider | ANUGERAH Pewarta Wisata Indonesia atau APWI 2017, telah usai. Pemenangnya sudah dipilih dan mendapatkan total hadiah Rp200 juta.

Nah, buat para pewarta wisata Indonesia yang belum terpilih, jangan putus asa. Tetaplah berkarya untuk APWI 2018. Hadiahnya jauh lebih besar, yakni total Rp500 juta.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebutkan, untuk tema APWI 2018 adalah Tranformasi Pariwisata dengan topik Destinasi Digital. Untuk karya best of the best nantinya akan meraih Rp100 juta. Asyik, kan?

Menurut Menpar, dinaikkannya total hadiah untuk APWI 2018 sebagai bentuk apresiasi Kemenpar terhadap perhelatan tersebut. Lalu, seperti apa destinasi digital yang dimaksud?

Arief Yahya mencontohkannya pada Generasi Pesona Indonesia, yang telah membuktikan cara beradaptasi dengan zaman.

”Mereka sudah membuat destinasi digital, seperti Pasar Karetan, Pasar Pancingan, Pasar Siti Nurbaya, Pasar Baba Boen Tjit, Pasar Tahura, Pasar Mangrove, dan Pasar Kaki Langit,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara APWI 2017 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (11/12).

Baca juga: Pemerintah Siapkan 214 Event di 29 Cross Border

Destinasi Digital tersebut telah sesuai dengan ekonomi model baru, yaitu esteem economy, di mana model dari tindakan ekonomis seseorang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan likes, comment, repost, dan interaksi positif di jejaring sosial (Instagram, Facebook, Twitter).

”Maka, destinasi harus digital, harus Instagrammable, untuk menyesuaikan dengan Esteem Economy,” ujarnya lagi.

Tema APWI 2017 adalah ”Pesona 10 Destinasi Pariwisata Prioritas sebagai Bali Baru”. Tema tersebut diambil sebagai upaya mengenalkan potensi 10 destinasi prioritas yang  telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Yaitu, Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

”Ingatkan terus kami agar atraksi di 10 destinasi prioritas harus kelas 1 di dunia. Bandara di destinasi prioritas pun harus menjadi international airport, dan amenitas di 10 Bali Baru harus kelas dunia,” kata Menpar.

Baca juga: Media Harus Jadi PR Pariwisata Nasional

Lebih jauh Menpar menjelaskan tentang 3P dalam pariwisata. Pertama, proximity.

”Kalau di telekomunikasi, semakin dekat akan semakin padat trafficnya. Kalau di Pariwisata, border tourism kita hanya 20 persen, di negara lain border tourism bisa 50 persen,” katanya.

Yang kedua adalah purchasing power. Kalau harga turun, maka daya beli masyarakat akan naik.

”Misalnya hot deal, Airlines+Akomodasi+Atraksi menjadi satu bundel harga yang membuat paket wisata jadi lebih terjangkau,” ujarnya menambahkan.

Lalu yang ketiga adalah portability. Wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) itu mobile, tapi akomodasi statis di satu tempat.

”Maka adakanlah akomodasi yang bisa mudah didirikan di tempat-tempat baru seperti Caravan, Glam Camp, dan Home Port,” ucapnya.

Sekadar informasi, APWI merupakan apresiasi bagi pewarta pariwisata oleh Menteri Pariwisata terhadap karya tulisan dan tayangan televisi terbaik. Kegiatan ini berlangsung sejak 2003, dan mendapat sambutan yang sangat positif dari berbagai media cetak, media online, blogger dan stasiun TV.

Peserta merupakan pewarta wisata se-Indonesia yang mengirimkan karya feature dan tayangan program pariwisata di stasiun televisi yang sudah dipublikasikan pada periode Januari 2017 hingga September 2017, yang dibuktikan dengan penerbitan surat kabar, link berita, dan copy tayang.

APWI 2017 diselenggarakan dengan total hadiah sebesar 200 Juta Rupiah untuk pemenang juara 1 sampai harapan 2 dari 5 (lima) kategori. Panitia menyebutkan total 187 materi masuk ke redaksi untuk bertanding mendapatkan posisi terbaik, yaitu kategori surat kabar (30 artikel), kategori majalah (31 artikel), kategori media online (76 artikel), kategori blogger (14 artikel), dan kategori Televisi (36 tayangan). (inx)