Food Estate: Peluang Investasi Agribisnis di Merauke

Peluang Investasi Agribisnis

DALAM meningkatkan peluang investasi Agribisnis bagi swasta untuk mencapai efisiensi, efektivitas dan nilai tambah dari produk-produk yang dihasilkan, pengembangan Food Estate sangat berperan penting. Food Estate dinilai mampu mencetak minimal 250 ribu hektar sawah baru.

Kepala Balitbang Pertanian, Dr. Ir. Haryono, MSc menjelaskan, pengembangan Food Estate di Kabupaten Marauke berperan penting dalam meningkatkan peluang lokasi investasi bagi swasta dalam mencapai efisiensi, efektivitas dan nilai tambah dari produk-produk yang dihasilkan.

Food Estate merupakan konsep pengembangan produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi, mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam suatu kawasan lahan yang sangat luas. Merauke dinilai menjadi tempat yang cocok untuk Food Estate atau kawasan pangan skala besar, karena memiliki cadangan lahan pertanian 2,49 juta hektare.

”Sebanyak 1,2 juta hektar lahan pasang surut sangat berpotensi dikembangkan menjadi Food Estate di Merauke. Lahan pasang surut yang sudah siap ditanami. Lahan yang mengalami kekeringan hanya 3,19%. Ini menjadi peluang investasi agribisnis. Tinggal bagaimana kita menyiapkan pompa-pompa air. Lahan kering bukan berarti kurang produktif. Kalaupun ada serangan hama, kekeringan, atau banjir, tidak lebih dari 5%,” katanya, di Jakarta, Jumat (15/5).

Masyarakat di sana juga sudah terbiasa menggarap lahan pertanian. Ada 160 kampung di Merauke, sebanyak 100 di antaranya adalah kampung lokal yang sudah terbiasa berbudidaya pangan, terutama perkebunan. Mereka paham teknologi pertanian terbukti dengan tingginya penyerapan teknologi tersebut.

Untuk mengelola kawasan Merauke sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sangat diperlukan masuknya investasi, baik dari dalam negeri maupun asing guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Saat ini ada sekitar 15 investor yang berminat membangun Food Estate di Merauke.

Pemerintah, katanya, sudah memperhitungkan segala aspek, mulai dari sumber daya alam, sumber daya manusia, infrastruktur, dan fasilitas lainnya. Pemerintah, juga telah berpengalaman dalam pengembangan program semacam ’food estate’ ini.

Food Estate di Merauke nantinya dalam lima tahun ke depan diharapkan bisa mencetak minimal 250 ribu hektar sawah baru, yang berarti tambahan 2,5 juta ton gabah kering giling. ”Selanjutkan kami akan menggenjot peningkatan produksi minimal empat persen untuk meraih ketahanan pangan yang berkelanjutkan,” katanya.

Apakah ini terlalu muluk, katanya, tak perlu dibahas lebih jauh. Yang penting, program dijalankan. Ia juga tidak bisa memastikan apakah 250 ribu hektar itu dapat terwujud sebanyak itu karena menyangkut kepemilikan lahan yang sebagai besar merupakan tanah ulayat warga. Karenanya, komunikasi dengan warga lokal harus terus ditingkatkan dan intensif. [RI]